Jenderal Dudung Bersiap Pimpin Kemenko Polkam, Koordinasi harus Tetap Berjalan

Jakarta, IDM – Pergantian kepemimpinan di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dari Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago kepada Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman diharapkan tidak mengganggu kesinambungan koordinasi pemerintahan di bidang politik dan keamanan.
Jajaran Kemenko Polkam memastikan proses transisi kepemimpinan telah dipersiapkan, termasuk mekanisme serah terima yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelaksanaan tugas kementerian.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana mengatakan seluruh mekanisme pergantian kepemimpinan telah direncanakan oleh sekretariat.
Baca Juga: Operasi Karhutla Belum Dikendurkan, 2.579 Manggala Agni dan 5.000 ASN Disiagakan
Proses tersebut diharapkan berlangsung tertib sehingga pelaksanaan tugas dan koordinasi Kemenko Polkam tetap berjalan.
"Yang jelas pasti mekanisme serah terima dan segala macam tentunya sudah direncanakan oleh sekretariat. Harapannya bisa berjalan dengan baik," kata Honi.
Menurut Honi, pergantian pimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan tugas organisasi.
Kemenko Polkam punya fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani berbagai agenda strategis nasional di bidang politik dan keamanan. Maka itu, proses transisi dipersiapkan agar roda koordinasi pemerintahan tetap berjalan tanpa terputus.
Djamari Chaniago akan dilepas dengan penuh penghormatan setelah menjalankan tugas sebagai Menko Polkam. Pada saat yang sama, jajaran kementerian bersiap menyambut Dudung sebagai pimpinan baru.
Baca Juga: Polri Ungkap 4 Tersangka Korporasi dalam Kasus Karhutla
"Kita melepas Bapak Djamari Chaniago dengan penuh kehormatan," ujar Honi.
Honi juga memastikan jajaran Kemenko Polkam siap menerima Dudung dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugasnya sebagai Menko Polkam.
"Kami terima Pak Dudung, Jenderal Dudung Abdurachman, Jenderal TNI purnawirawan, dengan sebaik-baiknya, supaya nanti bisa berjalan dan bertugas dengan baik memimpin Kemenko Polkam," tutur Honi.
Masuknya Dudung sebagai pimpinan baru Kemenko Polkam menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai agenda koordinasi yang telah berjalan.
Dudung nantinya akan meneruskan fungsi koordinasi Kemenko Polkam dengan jajaran kementerian dan lembaga yang berada dalam lingkup koordinasinya.
Baca Juga: Profil Dudung Abdurachman yang Dilantik Presiden Prabowo jadi Menko Polkam
Dukungan internal serta kesiapan jajaran menjadi bagian penting agar proses transisi berlangsung lancar.
Honi pun menekankan harapan agar Dudung dapat menjalankan tugas barunya dengan baik. Di sisi lain, penghormatan terhadap Djamari menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan tetap ditempatkan sebagai bagian dari proses kelembagaan.
Sehingga transisi dari Djamari kepada Dudung diharapkan berlangsung secara mulus, sekaligus menjaga kesinambungan koordinasi pemerintah dalam menghadapi dinamika politik dan keamanan nasional.
Estafet kepemimpinan diharapkan memastikan fungsi koordinasi tetap bergerak dan mampu merespons berbagai perkembangan strategis secara berkelanjutan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































