POLKAM

Polri Ungkap 4 Tersangka Korporasi dalam Kasus Karhutla

Polri
Polri ungkap 4 tersangka korporasi dalam kasus karhutla. (IDM/Yakub Pryatama)

Jakarta, IDM – Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyasar perkara yang berkaitan dengan korporasi.

Hingga 30 September 2026, Polri mencatat terdapat empat tersangka dalam penanganan kasus karhutla terkait korporasi.

Hal itu diungkapkan Kabag Puljianta Rodalops Sops Polri Kombes Pol Erwin Sinaga dalam konferensi pers perkembangan penanganan karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (1/10).

Namun, Erwin belum mengungkap identitas para tersangka maupun perusahaan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Baca Juga: 57 Perusahaan Disegel, Pemerintah Perketat Pengawasan Korporasi di Wilayah Rawan Karhutla

“Data yang kami dapat sampai dengan 30 September untuk Gakkum Karhutla terkait korporasi ada 4 orang tersangka. Namun kami tidak bisa menjelaskan siapa dan bagaimana karena itu domain dari penyidikan,” ujar Erwin.

Menurut Polri, data tersebut merupakan pembaruan penanganan penegakan hukum karhutla, khususnya perkara yang berkaitan dengan korporasi.

Erwin menegaskan data yang disampaikan dalam konferensi pers merupakan data terbaru yang diterima hingga 30 September.

“Data kami update karena kami berdasarkan data atau by data,” katanya.

Penanganan perkara korporasi menjadi bagian dari mekanisme penegakan hukum terpadu dalam pemberantasan karhutla.

Baca Juga: Kemenko Polkam: Penipuan Online Tak Bisa Lagi Ditangani Secara Parsial

Sebelumnya, Polri menjelaskan terdapat Satgas Gakkumdu Karhutla yang melibatkan unsur KLHK, Polri, dan Kejaksaan Agung.

Satgas tersebut dibentuk berdasarkan keputusan bersama kementerian/lembaga terkait untuk memperkuat penindakan terhadap pelanggaran hukum dalam kasus karhutla.

Polri sebelumnya juga menerima laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana karhutla yang melibatkan korporasi.

Dari proses penanganan, perkara kemudian berkembang hingga terdapat tersangka yang berkaitan dengan korporasi.

Baca Juga: Profil Dudung Abdurachman yang Dilantik Presiden Prabowo jadi Menko Polkam

Meski demikian, Polri belum merinci apakah empat tersangka tersebut berasal dari satu perusahaan atau beberapa korporasi.

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyebut pada periode tiga hari terakhir sekitar 1.516 hektare dari 1.845 hektare berhasil ditangani atau dipadamkan.

“Artinya, dalam 3 hari ini, data 3 hari ini, rata-rata BNPB beserta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman ini memadamkan lebih dari 500 hektare per hari,” tegasnya.

“Kemudian nanti di kesempatan ini kita memasuki bulan Oktober juga, yang secara klimatologi harusnya kita sudah memasuki awal musim penghujan,” pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.