Jelang HUT ke-81 RI, Menko Polkam Jamin Indonesia Aman dan Terkendali

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah menjamin Indonesia akan aman dan terkendali jelang perayaaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81, pada 17 Agustus mendatang.
Hal itu diungkapkan Djamari saat mengumpulkan petinggi lembaga penegak hukum, pertahanan dan intelijen di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8).
Djamari didampingi Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) Herindra.
Menko Polkam menegaskan pemerintah telah bersepakat untuk mengambil langkah terpadu dalam menjaga situasi keamanan nasional sekaligus memastikan masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai narasi menyesatkan yang terus beredar di media sosial.
"Begitu banyak berita di media sosial yang sedikit mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat, berbentuk hoaks, disinformasi, fitnah, hingga kebencian. Kami bersepakat untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terganggu oleh hal-hal tersebut karena semuanya sedang kami tangani," kata Djamari.
Ia menegaskan, kondisi nyata di lapangan sama sekali tidak mencerminkan narasi yang banyak beredar di ruang digital.
Aktivitas masyarakat di Jakarta maupun berbagai daerah tetap berlangsung normal, roda perekonomian berjalan, pusat-pusat perdagangan ramai dikunjungi, dan kehidupan sosial berlangsung seperti biasa.
Menurutnya, masyarakat Indonesia telah memiliki kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi yang belum tentu benar. Meski demikian, pemerintah tidak akan lengah dan tetap mengedepankan langkah antisipatif guna memastikan situasi nasional tetap aman dan kondusif.
Baca Juga: Bersejarah, Presiden Prabowo jadi Kepala Negara Pertama Penerima Baret Merah Pasukan Khusus Thailand
"Kami hadir di sini untuk meyakinkan masyarakat bahwa kondisi keamanan Indonesia dalam keadaan aman, tenang, dan sepenuhnya terkendali. Kami tidak lengah dan akan terus menjaga situasi yang menguntungkan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Menko Polkam juga menyebut stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan berbagai program prioritas pemerintah.
Maka dari itu, pemerintah akan memastikan keamanan nasional tetap terpelihara agar seluruh agenda pembangunan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.
Ia bahkan menggambarkan kondisi masyarakat secara langsung melalui pengalaman pribadinya.
"Saya bersama istri masih bisa berjalan ke pasar tradisional dengan aman, pergi ke pusat perbelanjaan juga aman. Bahkan mencari tempat parkir di mal saja masih sulit karena aktivitas masyarakat tetap tinggi. Itu menunjukkan kehidupan masyarakat berjalan normal," ungkapnya.
Lebih lanjut, Djamari mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, untuk menghentikan penyebaran konten-konten yang hanya memicu keresahan publik.
Menurutnya, informasi palsu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi "mempolusi" cara berpikir generasi muda hingga menumbuhkan sikap pesimistis terhadap masa depan bangsa.
"Mari hentikan tindakan menyebarkan konten yang hanya menimbulkan ketakutan dan keresahan. Bangsa ini membutuhkan ketenangan untuk membangun dan menjalankan kehidupan sehari-hari, bukan dipenuhi fitnah, disinformasi, maupun kebencian," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































