Iran Terima Proposal Damai 15 Poin AS

Jakarta, IDM – Pakistan menyatakan bahwa Iran telah menerima proposal berisi 15 poin dari Amerika Serikat (AS) guna mencapai gencatan senjata konflik yang telah berlangsung hampir sebulan.
Baca Juga: Konflik dengan Iran, AS Klaim Serang Lebih Dari 9.000 Target
Melansir AP, Rabu (25/3), hal itu diungkapkan oleh otoritas Pakistan yang terlibat tetapi identitasnya disembunyikan. Proposal disebut mencakup pencabutan sanksi, kerja sama nuklir sipil, pengurangan program nuklir Iran, pemantauan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pembatasan rudal, dan akses untuk pelayaran melalui Selat Hormuz.
Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat pesimis Iran akan menyetujui proposal 15 poin yang diajukan oleh AS. Ia menggambarkannya sebagai "indah di atas kertas" tetapi membutuhkan jaminan jika ingin diimplementasikan.
Baca Juga: Iran Bantah Telah Berunding dengan AS
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa negaranya siap untuk menjadi tuan rumah perundingan guna menyelesaikan konflik AS-Israel dengan Iran. Sementara, Iran menekankan mereka tidak terlibat dalam negosiasi langsung maupun tidak langsung dengan AS. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































