Badan pengawas nuklir PBB atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai menentukan "langkah-langkah konkret" yang diperlukan untuk mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS)-Iran.
Badan pengawas nuklir PBB atau IAEA mengesahkan resolusi yang mewajibkan Iran untuk melaporkan jumlah uranium yang diperkaya dan mengizinkan IAEA untuk memverifikasinya.
Pakistan menyatakan bahwa Iran telah menerima proposal berisi 15 poin dari Amerika Serikat (AS) guna mencapai gencatan senjata konflik yang telah berlangsung hampir sebulan.
Iran kembali mengizinkan tim teknis dari badan pengawas nuklir PBB atau IAEA untuk berkunjung dalam beberapa minggu mendatang. Namun, kunjungan itu hanya sebatas perundingan dan IAEA belum diperbolehkan untuk mengecek fasilitas nuklir Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa badan pengawas nuklir PBB harus mencabut standar ganda jika ingin negaranya untuk kembali melanjutkan kerja sama.
Iran menekankan komitmennya untuk tunduk pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), meski baru saja menyetujui undang-undang yang membatasi kerja sama teknis dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan bahwa negaranya telah secara resmi menangguhkan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
Parlemen Iran sepakat untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA, badan pengawas nuklir PBB, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
International Atomic Energy Agency (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, Iran terus melakukan pengayaan uranium di ambang batas yang ditentukan untuk kebutuhan tenaga nuklir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkhawatirkan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang diduduki Rusia. Ia memperingatkan adanya ancaman serius bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan terhadap kompleks PLTN terbesar di Eropa tersebut.