Hamas Sebut Siap Lakukan Perundingan Gencatan Senjata Permanen

Jakarta, IDM - Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan perundingan "baru dan serius" untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.
Dilansir dari AA, Sabtu (7/6), dalam pidatonya al-Hayya menyebut Hamas tidak menolak usulan terbaru oleh utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff tetapi ingin beberapa perubahan di dalam proposal tersebut.
Baca Juga: Peringati International Day UN Peacekeepers, Satgas INDORDB 39-F/MONUSCO Gelar Kegiatan Sosial
Amandemen yang diusulkan oleh Hamas "dimaksudkan untuk memastikan pendudukan Israel tidak kembali menjadi pengkhianatan, pembunuhan, serangan atau pemindahan paksa dan untuk menjamin masuknya bantuan dan pertolongan yang bermartabat kepada rakyat kami," katanya.
“Kami terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai kesepakatan berdasarkan sikap tegas yang berkomitmen pada hak-hak dasar dan tuntutan rakyat kami, yang mengarah pada gencatan senjata permanen, penarikan penuh pendudukan dari seluruh Jalur Gaza, bantuan kemanusiaan yang mendesak, dan diakhirinya blokade.”
Ia menilai pemerintah Israel, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sebagai hambatan utama untuk mencapai kesepakatan. Menurutnya, Netanyahu “tidak ingin mengakhiri perang, karena motif pribadi dan ideologis.”
Baca Juga: Sekjen NATO akan Targetkan Anggaran Pertahanan Capai 5% dari PDB
Ia pun menekankan bahwa Hamas telah menunjukkan fleksibilitas dan sikap positif terhadap berbagai usulan. “Kami menerima sebagian besar tawaran sejak agresi dimulai kembali pada bulan Maret, termasuk usulan mediator akhir Maret yang menyerukan penyerahan lima tawanan dan memasuki fase kedua perjanjian Januari, tetapi pendudukan menolaknya,” imbuhnya.
Sebagai bentuk keterbukaan untuk perundingan damai, kata dia, Hamas juga membebaskan tentara Israel-Amerika Edan Alexander. Namun, hingga kini Israel tak kunjung menunjukkan niat baik dan bersikeras untuk melanjutkan konflik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































