Gencatan Senjata, Hamas Bebaskan Tiga Tahanan Israel

Jakarta, IDM – Hamas mengembalikan tiga orang Israel yang menjadi sandera selama perang, pada Minggu (19/1). Pembebasan itu disusul dengan dikembalikannya 90 orang Palestina dari penjara Israel beberapa jam kemudian.
Tiga orang yang dibebaskan itu adalah Romi Gonen (24), Doron Steinbrecher (31) tahun, dan Emily Damari (28). Mereka merupakan yang pertama dari 33 sandera yang akan dibebaskan Hamas selama tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, yang akan berlangsung enam minggu.
Baca Juga: Israel Bebaskan 90 Tahanan Palestina
"Ini hari yang sangat mengharukan. Katakan pada Romi, Doron, dan Emily, seluruh negeri menyambut kalian. Selamat datang di rumah. Kami akan memulangkan mereka semua, dan kami akan mencapai semua tujuan kami untuk perang," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, melansir platform X @IsraeliPM, Senin (20/1).
Adapun, perjanjian gencatan senjata mulai berlaku kemarin pukul 11.15 waktu setempat setelah tertunda sekitar tiga jam. Perjanjian itu awalnya dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 8.30 waktu setempat, namun Israel meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza.
Baca Juga: Presiden Rusia-Iran Tandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif
Israel mengklaim serangan itu menargetkan teroris dan dilakukan karena Hamas menunda mengirim daftar tawanan yang akan dibebaskan. Sedangkan Hamas menyebut hambatan itu bersifat teknis. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































