Israel Bebaskan 90 Tahanan Palestina

Jakarta, IDM – Israel telah membebaskan 90 orang Palestina yang ditahan selama konflik dengan Hamas, pada Senin (20/1) pagi waktu setempat. Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlaku mulai kemarin.
Melansir Reuters, Senin (20/1), Hamas mengatakan bahwa orang-orang yang dibebaskan dari penjara Israel termasuk 69 wanita dan 21 remaja laki-laki yang berasal dari Tepi Barat dan Yerusalem.
Baca Juga: Presiden Rusia-Iran Tandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif
Adapun, perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada Minggu (19/1) pukul 11.15 waktu setempat setelah tertunda sekitar tiga jam dan Israel meluncurkan serangan udara ke Gaza.
Baca Juga: Berlaku Mulai Besok, Kabinet Israel Ratifikasi Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Hamas
Israel mengklaim serangan itu menargetkan teroris dan dilakukan karena Hamas menunda mengirim daftar tawanan yang akan dibebaskan. Sedangkan Hamas menyebut hambatan itu bersifat teknis. Perjanjian itu awalnya dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 8.30 waktu setempat dan akan berlangsung selama enam minggu. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































