Di Hadapan Calon Bintara TNI, Menko Polkam Tegaskan Pengabdian Prajurit tak Mengenal Akhir

Jakarta, IDM – Suasana penuh semangat sekaligus haru menyelimuti Markas Rindam I/Bukit Barisan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memberikan pengarahan kepada ratusan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI dan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda pembinaan bagi calon prajurit TNI dan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), tetapi juga menjadi momen emosional bagi Djamari yang pernah mengemban amanah sebagai Komandan Rindam I/Bukit Barisan pada 1994.
Dalam arahannya kepada para siswa Dikmaba TNI, Menko Polkam menyebut profesi prajurit bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup yang menuntut pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Perang Berpindah ke Dunia Digital, Menko Polkam: Disinformasi Bisa Hancurkan Masa Depan Bangsa!
Menurutnya, setiap prajurit harus memahami bahwa tugas menjaga kedaulatan negara tidak mengenal masa pensiun secara moral, karena semangat pengabdian akan terus melekat hingga akhir hayat.
"Sebagai prajurit kita berbakti kepada nusa dan bangsa seumur hidup kita. Kapan selesainya tentara berbakti? Saat tembakan salvo berbunyi. Tembakan salvo adalah tembakan kehormatan yang mengantarkan prajurit ke liang lahat. Itulah tanda pengabdian selesai," ungkapnya.
Djamari meminta para prajurit agar selalu berpegang teguh pada loyalitas, disiplin, kehormatan, dan kesiapan berkorban demi kepentingan negara.
Menko Polkam juga meminta seluruh siswa Dikmaba memanfaatkan masa pendidikan sebagai fase pembentukan karakter, mental, dan profesionalisme sehingga mampu menjadi prajurit yang tangguh menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa depan.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan berlatihlah untuk menjadi prajurit andalan. Selamat belajar dan selamat berlatih," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Djamari memberikan motivasi kepada peserta Latsar Bela Negara SPPI yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menjelaskan program KDKMP merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat desa melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Keberhasilan koperasi tersebut, kata Djamari, akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
"Koperasi Desa Merah Putih bertujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memudahkan masyarakat desa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah. Kalianlah yang nantinya akan mengelola gerai-gerai itu," ujarnya.
Menko Polkam menilai para peserta SPPI tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional melalui pemberdayaan masyarakat desa.
Djamari memberikan apresiasi kepada para peserta yang rela meninggalkan keluarga demi mengikuti pelatihan sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
Djamari menyebut pengorbanan tersebut menunjukkan semangat bela negara yang tidak selalu diwujudkan melalui medan tempur, tetapi juga lewat pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: KKB Kembali Berulah! Menko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat AMA dan Pembunuhan Pilot
"Saya sangat menghargai kalian karena memahami untuk apa tugas ini dijalankan. Ini adalah bentuk pengabdian untuk memajukan bangsa. Kalian rela berpisah sementara dengan keluarga. Itu bukan hal yang mudah. Kalian hebat," katanya.
Ia juga mengingatkan agar setiap peserta menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan integritas karena pengabdian kepada bangsa membutuhkan kesungguhan hati.
"Kerjakan semua ini dengan hati. Jangan setengah-setengah. Apa pun cita-cita kalian, jangan pernah meninggalkan ibadah karena Tuhanlah yang menentukan segala sesuatu," pesannya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































