BNPB Tegaskan Bantuan Bencana tak Boleh Mengendap Lebih dari 2x24 Jam

Jakarta, IDM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatra didistribusikan dengan cepat dan tepat sasaran.
BNPB menegaskan tidak ada bantuan yang tertahan di posko lebih dari 2x24 jam sejak diterima.
Baca Juga: GBN-MI Klarifikasi, Ayu Aulia tidak Terikat Kemhan RI
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan dalam setiap penanganan bencana.
“SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2x24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” ujar Abdul Muhari.
Sebagai contoh, Posko Halim Perdanakusuma mencatat laju distribusi mencapai 97 persen.
Baca Juga: Kemenko Polkam Pastikan Program Prioritas Presiden Prabowo Tepat Sasaran
Dalam satu bulan terakhir, posko ini menerima sekitar 1.500 ton bantuan dan telah mengirimkan sebanyak 1.526 ton ke wilayah terdampak.
“Secara umum, logistik dari Posko Halim saja dalam satu bulan ini sudah menerima 1.500 ton dan mengantarkan 1.526 ton dengan laju distribusi persentase itu 97 persen,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































