POLKAM

Babak Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-India, RI Beli Rudal BrahMos dan Astra

Narendra Modi dan Prabowo Subianto
Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik India Narendra Modi di Istana Merdeka. (Foto: Dok. Republikorp)

Jakarta, IDM – Indonesia membeli peluru kendali (rudal) Brahmos dan Astra dari India. Pengadaan rudal itu diresmikan dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7), yang menandai babak baru dalam kemitraan pertahanan.

Kerja sama pertama adalah penandatanganan kontrak sistem pertahanan pesisir untuk rudal supersonik BrahMos. Penandatanganan kontrak disaksikan CEO BrahMos Aerospace Jailteerth Raghavendra Joshi dan perwakilan dari Kementerian Pertahanan RI.

Kerja sama kedua adalah perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara Astra antara Republikorp dan Bharat Dynamics Limited (BDL). Kerja sama ini diresmikan dengan disaksikan Direktur Produksi BDL Cmde Sujay Kapoor (Purn) dan Chairman Republikorp Norman Joesoef.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Modi Hasilkan Komitmen Pengembangan Konektivitas Maritim Sabang-Andaman

Perjanjian tersebut menetapkan landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal udara-ke-udara untuk mendukung armada pesawat tempur generasi saat ini maupun generasi masa depan Indonesia.

“Kesepakatan juga mempertegas pentingnya kemampuan pertahanan pesisir dalam memperkokoh postur keamanan maritim Indonesia serta menjaga perairan strategis negara,” tulis siaran pers Republikorp, Rabu (8/7).

Melalui kemitraan tersebut, kedua negara akan menggabungkan keahlian teknologi, pengalaman operasional, dan kapasitas industri mereka untuk memperkuat pengembangan, integrasi, pemeliharaan, dan keberlanjutan rudal.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dampingi PM Modi ke DPR, Indonesia-India Perkuat Diplomasi Strategis

“Upaya bersama ini membangun landasan yang kuat untuk kerja sama industri jangka panjang yang akan menghasilkan nilai strategis, sekaligus berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan,” tulis siaran pers tersebut.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kemampuan industri pertahanan dan meningkatkan ketahanan industri pertahanan nasional.

Selain mendukung modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia, kemitraan dengan India diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber eksternal untuk sistem pertahanan yang krusial, sekaligus meningkatkan kesiapan operasional jangka panjang TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.