Rencana penguatan pertahanan maritim Indonesia lewat akuisisi peluru kendali (rudal) supersonik BrahMos asal India memasuki babak baru. Kendati pemerintah sudah mengamankan kesepakatan tingkat tinggi, TNI AL masih menanti ketetapan teknis dan instruksi lanjutan terkait operasional senjata tersebut.
Indonesia membeli peluru kendali (rudal) Brahmos dan Astra dari India. Pengadaan rudal itu diresmikan dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7), yang menandai babak baru dalam kemitraan pertahanan.
Chief of Staff of the Armed Forces of the Philippines atau Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Romeo S Brawner Jr mengatakan bahwa Indonesia membeli peluru kendali BrahMos dari India. Hal itu disampaikan Brawner di sela acara Dialog Raisina 2026 di New Delhi, India, pekan lalu.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Pertama Muhammad Ali mengungkapkan TNI AL tertarik dengan rencana pengadaan rudal jelajah BrahMos yang merupakan produksi dari India.