Atasi Sengketa, Filipina dan Cina Sepakat Tingkatkan Jalur Komunikasi

Jakarta, IDM - Filipina dan Cina telah sepakat untuk membangun lebih banyak jalur komunikasi demi mengatasi sengketa atau klaim tumpang tindih beberapa kepulauan di Laut Cina Selatan. Komitmen ini diraih berdasarkan pertemuan antara Presiden Ferdinand Marcos Jr dan Menteri Luar Negeri China Qin Gang, yang berkunjung ke Manila pada 21-23 April.
"Mengenai konflik tersebut, kami sepakat untuk membangun lebih banyak jalur komunikasi sehingga setiap peristiwa yang terjadi di Laut Filipina Barat yang melibatkan Cina dan Filipina dapat segera diselesaikan," ujar Marcos melansir Reuters, Senin (24/4). Manila mengacu pada wilayah Laut Cina Selatan yang diklaimnya sebagai Laut Filipina Barat.
Baca Juga: Kapal Rusia Diduga Merencanakan Sabotase di Laut Utara
Lebih lanjut, Marcos mengatakan kunjungan Qin menjadi awal yang baik karena kedua negara itu saling terbuka membicarakan berbagai hal dan berkomitmen untuk menumbuhkan hubungan bilateral yang harmonis.
Selain bertemu Marcos, Qin turut bertemu Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo dan membahas pandangan tentang isu-isu strategis maupun regional. Qin menegaskan bahwa kedua negara perlu bekerja sama untuk melanjutkan tradisi persahabatan, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, dan menyelesaikan perbedaan dengan baik melalui berbagai dialog demi menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Iklan untuk Rekrut Tentara Tambahan
Sejak Marcos menjabat pada bulan Juni 2022, Filipina telah mengajukan puluhan protes diplomatik terhadap Cina. Sebagian besar keluhan mengacu pada perilaku agresif Cina di Laut Cina Selatan, termasuk penargetan kapal penjaga pantai Filipina dengan laser kelas militer pada bulan Februari. Kendati demikian, Cina merupakan salah satu mitra dagang utama Filipina pada tahun 2022. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































