Atasi Ketegangan, Presiden Filipina akan Buka Dialog dengan Cina

Jakarta, IDM - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk menjalin komunikasi dengan Cina dalam mengatasi ketegangan di Laut Cina Selatan. Ia pun meminta agar pihak Cina bersedia berkolaborasi demi mencegah insiden yang melibatkan kapal-kapal di kawasan tersebut.
Dilansir dari Reuters, Selasa (9/1), Filipina dan Cina telah terlibat dalam beberapa insiden seperti penggunaan meriam air oleh kapal penjaga pantai Cina terhadap Filipina hingga tabrakan kapal.
Baca Juga: Awasi Korut, Korsel Luncurkan Satelit Pengintai Militer Kedua
"Filipina akan terus melakukan pembicaraan dengan Tiongkok, dan melakukan semua pilihan untuk berbicara dengan para pemimpin Tiongkok agar tidak memanaskan ketegangan di jalur air tersebut," kata Marcos.
Lebih lanjut, dia berharap bahwa operasi maritim gabungan yang baru saja diselesaikan dengan Jepang, Australia, dan Amerika Serikat (AS) akan mengurangi insiden di laut dengan Tiongkok.
Baca Juga: AUKUS Jajaki Kerja Sama dengan Jepang
Sebelumnya, pasukan pertahanan keempat negara itu telah melakukan “aktivitas kerja sama maritim” yang melibatkan lima kapal perang di Laut Cina Selatan. Selain itu, para pemimpin Jepang, AS, dan Filipina juga akan menggelar pertemuan di Washington untuk membahas berbagai isu termasuk insiden kapal di Laut Cina Selatan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































