AS Tekankan Komitmen Dukung Filipina

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) meneguhkan komitmen pada Filipina untuk terus memberi dukungan termasuk di bidang pertahanan, di tengah meningkatnya ketengan dengan Cina.
Dilansir dari BBC, Selasa (19/3), komitmen itu diungkapkan oleh Menlu AS Antony Blinken kepada Menlu Filipina Enrique Manalo di Manila. Ia menekankan bahwa Filipina merupakan salah satu sekutu utama yang sangat penting karena posisi strategisnya di kawasan.
Baca Juga: Rusia Berencana Bentuk Zona Penyangga untuk Lindungi Diri dari Ukraina
Filipina memiliki sebagian wilayah yang statusnya juga diklaim oleh Cina di Laut Cina Selatan. Ketegangan antara kedua negara itu pun meningkat melalui berbagai insiden di perairan tersebut selama beberapa bulan terakhir.
“Jalur laut ini sangat penting bagi Filipina, bagi keamanannya, bagi perekonomiannya. Hal-hal tersebut juga krusial bagi kepentingan di kawasan, bagi Amerika Serikat dan dunia,” kata Blinken.
Baca Juga: Perkuat Postur Siap Tempur, Korut Latihan Tembak Peluncur Roket Super Besar
“Itulah sebabnya kami mendukung Filipina dan memegang teguh komitmen pertahanan, termasuk melalui perjanjian pertahanan bersama," tambahnya.
Hubungan kerja sama pertahanan Filipina dan AS didasari pada 'Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA)'. Melalui kesepakatan itu, pasukan AS memiliki akses ke sejumlah markas militer Filipina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































