AS Kirim Bantuan Militer Senilai $425 Juta ke Ukraina

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) sedang mengirim bantuan militer tambahan ke Ukraina sebesar $425 juta, di tengah kekhawatiran atas pengerahan lebih dari 10.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.
Dilansir dari AP, Rabu (6/11), Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa bantuan tambahan itu diupayakan datang sesegera mungkin, saat kunjungannya ke Kyiv pada minggu lalu.
Bantuan ini mencakup senjata yang akan ditarik dari persediaan milik AS, termasuk sistem rudal permukaan ke udara, amunisi untuk High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) 155 mm, kendaraan lapis baja dan senjata anti-tank.
Baca Juga: PM Israel Pecat Menhan, AS Tekankan Komitmen Kerja Sama
Dengan bantuan tersebut, jumlah total bantuan militer yang diberikan AS kepada Ukraina sejak Februari 2022 menjadi $60,4 miliar.
Sebelumnya, AS juga melaporkan terdapat lebih dari 10.000 tentara Korut di Kursk, dekat perbatasan Ukraina. Senada, Badan Intelijen Ukraina mengatakan bahwa sekitar 12.000 tentara Korut, termasuk 500 perwira dan tiga jenderal, sudah berada di Rusia. Mereka mendapat pelatihan di lima pangkalan militer Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































