Amnesty International Sebut Israel Terbukti Lakukan Genosida di Gaza

Jakarta, IDM – Amnesty International melaporkan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah oleh para pemimpin Israel.
Kelompok Hak Asasi Manusia yang berpusat di London itu menjelaskan, kesimpulan tersebut dicapai setelah melakukan analisis selama berbulan-bulan. Israel terbukti melakukan genosida dalam perang di Gaza yang pecah sejak 7 Oktober tahun lalu.
“Temuan ini harus menjadi peringatan bagi komunitas internasional bahwa ini jelas kejahatan genosida. Ini harus segera dihentikan," kata Agnes Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesty International, melansir Amnesty.id, Kamis (5/12).
Baca Juga: Ini Sejarah Kelam Darurat Militer Korsel
Menurutnya, negara-negara yang terus memasok persenjataan ke Israel telah melanggar kewajiban mereka untuk mencegah genosida dan berisiko menjadi kaki tangan dalam pelanggaran tersebut.
"Semua negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel, terutama pemasok senjata utama seperti AS dan Jerman, tetapi juga negara anggota Uni Eropa lainnya, Inggris dan negara lainnya, harus bertindak sekarang untuk segera mengakhiri kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Gaza," tegasnya.
“Israel telah berulang kali menyatakan bahwa tindakannya di Gaza sah dan dapat dibenarkan oleh tujuan militernya untuk membasmi Hamas. Namun, niat genosida dapat hidup berdampingan dengan tujuan militer dan tidak perlu menjadi satu-satunya niat Israel," pungkasnya.
Baca Juga: Menhan Korsel Mundur Usai Darurat Militer, Presiden Yoon Langsung Tunjuk Pengganti
Senada, Ketua Badan Pengurus Amnesty International Indonesia Marzuki Darusman menegaskan terdapat bukti kuat bahwa Israel melakukan genosida. Ia menegaskan, tidak ada alasan untuk membiarkan kejahatan itu terus berlangsung.
"Negara-negara penandatangan Konvensi Genosida memiliki tanggung jawab untuk segera melindungi masyarakat Palestina di Gaza dari kekejian Israel. Negara-negara yang belum menandatangani konvensi, seperti Indonesia, pun tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong penghentian genosida, termasuk dengan mendesak negara-negara menghentikan penjualan serta pengiriman senjata ke Israel," imbuh Marzuki.
Kementrian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat perang lebih dari 44.500 orang, termasuk sekitar 11.400 anak-anak. Sementara, lebih dari 11.000 lainnya masih belum ditemukan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































