WHO Sebut Kondisi Akibat Konflik di Gaza Semakin Memburuk

Jakarta, IDM - Otoritas Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan bahwa situasi semakin memburuk di wilayah selatan Palestina khususnya Rafah dan Khan Younis, seiring meningkatnya intensitas konflik antara Israel dan Hamas.
“Situasinya semakin buruk dari waktu ke waktu. Ada pemboman intensif yang terjadi di mana-mana, termasuk di wilayah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah,” kata perwakilan WHO di Gaza Richard Peeperkorn.
Baca Juga: AS Balas Serangan Houthi di Laut Merah
Peeperkorn menyebut bantuan kemanusiaan untuk Gaza terlalu sedikit, tidak mencukupi seluruh kebutuhan warga. Ia pun mengaku sangat prihatin dengan kondisi kesehatan di wilayah padat penduduk itu karena semakin banyak orang yang pindah ke selatan untuk menghindari pemboman.
"Itu tidak bisa terjadi. Saya ingin memperjelas hal ini bahwa kita sedang melihat bencana kemanusiaan yang semakin meningkat," imbuhnya.
Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan 30 Drone Ukraina Dalam Semalam
Thomas White, Direktur badan khusus Palestina PBB atau UNRWA, mengatakan lebih dari 600.000 penduduk telah diperintahkan untuk pindah demi menghindari pemboman.
“Rafah yang biasanya berpenduduk 280 ribu jiwa dan kini sudah menampung sekitar 470 ribu pengungsi internal. (Rafah) tidak akan sanggup menghadapi peningkatan dua kali lipat jumlah pengungsi,” kata White. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































