Wamenko Polkam: Rehabilitasi Pascabencana Perkuat Ketahanan Aceh

Jakarta, IDM – Pemerintah terus memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan optimal.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus, meninjau langsung progres pembangunan 106 bangunan bagi korban banjir di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (25/2).
Pembangunan tersebut meliputi 104 Hunian Tetap (Huntap), satu masjid, dan satu balai pertemuan yang disiapkan untuk membantu warga terdampak kembali menjalani kehidupan secara normal dan produktif.
“Kita bekerja untuk masyarakat Aceh Utara yang terkena musibah. Kita bekerja supaya masyarakat yang terkena musibah ini bisa kembali kepada kehidupan normal. Tidak hanya mereka diberikan huntap, tetapi termasuk bagaimana kehidupan mereka sebagai nelayan dapat kembali normal,” ujar Lodewijk saat meninjau lokasi.
Baca Juga: Online Scam Meningkat, Kemenko Polkam Dorong Aksi Terpadu Nasional dan ASEAN
Ia menegaskan, kehadirannya di Desa Kuala Cangkoy merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat, tetapi juga keberlanjutan pemulihan hingga warga benar-benar pulih.
“Negara tidak hanya hadir pada saat tanggap darurat, tetapi memastikan keberlanjutan pemulihan hingga masyarakat dapat kembali hidup secara bermartabat dan produktif. Penyediaan hunian tetap, masjid, dan balai desa yang layak menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai kerentanan,” ungkapnya.
Lodewijk juga mengajak seluruh jajaran yang terlibat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.
Baca Juga: Hadapi Separatisme, Kemenko Polkam Evaluasi 25 Tahun Operasi Intelijen
Menurutnya, pembangunan 106 bangunan tersebut harus menjadi simbol nyata komitmen negara dalam melindungi rakyatnya, sekaligus membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia berharap keberhasilan program ini dapat menjadi praktik baik penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Indonesia, sehingga dapat dijadikan percontohan bagi daerah lain yang mengalami kondisi serupa.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenko Polkam didampingi Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan serta Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto bersama jajaran terkait.
Lodewijk juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Danrem 011/Lilawangsa, Forkopimda, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam percepatan pembangunan.
Baca Juga: Sinergi Strategis Pemerintah Jaga Kelancaran Transportasi Lebaran 2026
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kemenko Polkam atas dukungan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir.
Ia menegaskan TNI siap membantu proses pembangunan hingga program penghijauan di Desa Kuala Cangkoy agar warga dapat tinggal dan beraktivitas secara normal kembali.
“Kami siap membantu proses pembangunan dan penghijauan di Desa Kuala Cangkoy hingga masyarakat dapat tinggal dan beraktivitas normal kembali,” tegasnya.
Adapun program pembangunan huntap dan fasilitas sosial di Aceh Utara diharapkan menjadi fondasi kebangkitan masyarakat pascabencana, sekaligus memperkuat ketahanan daerah serta menjaga stabilitas wilayah agar tetap aman, damai, dan sejahtera. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































