Usai diserang Iran, Israel Tunda Rencana Perluas Invasi ke Kota Rafah

Jakarta, IDM - Pemerintah Israel menunda rencana invasi darat ke Kota Rafah, di selatan Jalur Gaza, usai diserang oleh Iran menggunakan ratusan drone dan rudal pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari CNN, Selasa (16/4), awalnya Israel disebut sedang mempersiapkan serangan darat ke Rafah, kota paling selatan Gaza di mana lebih dari 1 juta orang berlindung. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menunda serangan darat tersebut dan mempertimbangkan untuk menyerang balik Iran.
Baca Juga: AS Berkomitmen Bantu Israel, Tapi Tidak akan Serang Balik Iran
Kendati demikian, seorang pejabat Israel yang tidak disebut identitasnya mengatakan pihaknya tetap bertekad untuk memperluas serangan ke Rafah, meskipun hingga saat ini belum ada kepastian waktu.
Sementara itu, kepala staf Israel Defense Forces (IDF) Herzi Halevi mengatakan bahwa serangan Iran “akan ditanggapi dengan baik". Senada, juru bicara IDF Daniel Hagari menyebut pihaknya akan melakukan “semua yang diperlukan untuk membela Israel dan akan melakukan tindakan yang diperlukan, pada waktu yang kita pilih".
Baca Juga: Rusia Klaim Berhasil Rebut 400 Kilometer Persegi Wilayah Ukraina
Selain potensi respons militer, kabinet Israel pun mempertimbangkan opsi diplomatik untuk semakin mengisolasi Iran di kancah internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































