
Akses Rafah Dibuka, WHO Mulai Evakuasi Pasien dari Gaza
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 90 pasien telah dievakuasi sejak dibukanya kembali akses Rafah, penyeberangan perbatasan Gaza-Mesir.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 90 pasien telah dievakuasi sejak dibukanya kembali akses Rafah, penyeberangan perbatasan Gaza-Mesir.

Pos penyeberangan Rafah, yang menghubungkan wilayah Gaza dan Mesir, telah dibuka kembali untuk lalu lintas terbatas setelah hampir dua tahun ditutup di tengah perang.

Tim ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua negara mengakui kedudukan negara Palestina sebagai upaya diplomatik demi menciptakan perdamaian jangka panjang antara pihak terkait.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk tetap melanjutkan perang melawan Hamas di tengah kecaman internasional atas serangan udara yang menewaskan sejumlah warga sipil Palestina di Rafah.

Israel tetap melakukan serangan di Jalur Gaza, termasuk Rafah setelah usai Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan militer di kota tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingatkan konsekuensi serangan besar-besaran Israel ke Rafah. Menurutnya, serangan itu tetap tidak akan melenyapkan Hamas.

Pertempuran sengit antara pasukan Israel dan Hamas di Kota Rafah, Gaza bagian selatan, menyebabkan pintu akses bantuan kemanusiaan ditutup dan memaksa lebih dari 110.000 orang mengungsi ke utara.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka memperingatkan Israel bahwa pihaknya akan menunda pengiriman senjata jika Pemerintah Netanyahu tetap invasi ke Rafah, Gaza bagian selatan.

Militer Israel dilaporkan telah mengambil alih dan menutup akses penyebrangan darat Rafah dari Gaza. Mereka mengerahkan sejumlah tank seraya mulai mengevakuasi warga Palestina ke Wilayah Khan Younis dan Al Mawasi.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam rencana Israel untuk melakukan operasi militer skala besar di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.