Tim ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua negara mengakui kedudukan negara Palestina sebagai upaya diplomatik demi menciptakan perdamaian jangka panjang antara pihak terkait.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk tetap melanjutkan perang melawan Hamas di tengah kecaman internasional atas serangan udara yang menewaskan sejumlah warga sipil Palestina di Rafah.
Israel tetap melakukan serangan di Jalur Gaza, termasuk Rafah setelah usai Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan militer di kota tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingatkan konsekuensi serangan besar-besaran Israel ke Rafah. Menurutnya, serangan itu tetap tidak akan melenyapkan Hamas.
Pertempuran sengit antara pasukan Israel dan Hamas di Kota Rafah, Gaza bagian selatan, menyebabkan pintu akses bantuan kemanusiaan ditutup dan memaksa lebih dari 110.000 orang mengungsi ke utara.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka memperingatkan Israel bahwa pihaknya akan menunda pengiriman senjata jika Pemerintah Netanyahu tetap invasi ke Rafah, Gaza bagian selatan.
Militer Israel dilaporkan telah mengambil alih dan menutup akses penyebrangan darat Rafah dari Gaza. Mereka mengerahkan sejumlah tank seraya mulai mengevakuasi warga Palestina ke Wilayah Khan Younis dan Al Mawasi.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam rencana Israel untuk melakukan operasi militer skala besar di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
Israel mengatakan bahwa pihaknya mulai memerintahkan warga Palestina yang tinggal di Rafah bagian timur untuk mengungsi. Mereka akan diarahkan untuk pergi ke kamp-kamp pengungsian di dekat Khan Younis dan Al Muwassi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukannya akan menyerang Rafah "dengan atau tanpa kesepakatan" untuk mencapai kemenangan total dalam perang yang berlangsung hampir tujuh bulan tersebut.
Pemerintah Israel menunda rencana invasi darat ke Kota Rafah, di selatan Jalur Gaza, usai diserang oleh Iran menggunakan ratusan drone dan rudal pada beberapa waktu lalu.
Mesir dilaporkan sedang mempersiapkan sebuah kawasan yang berbatasan dengan Gaza untuk menampung warga Palestina. Langkah itu disebut merupakan respons darurat jika serangan Israel ke Rafah memicu eksodus melintasi perbatasan.
Australia, Kanada dan Selandia Baru menyerukan gencatan senjata kemanusiaan secepatnya, usai Israel mengumumkan rencana operasi militer tambahan di Rafah, wilayah Gaza bagian selatan.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali menekankan bahwa warga sipil Palestina harus dilindungi di tengah konflik yang sedang bergejolak antara Israel dan Hamas. Namun, PBB menolak pemindahan secara paksa warga Palestina yang mayoritas mengungsi di wilayah Rafah.