INTERNASIONAL

Tim Ahli PBB Serukan Semua Negara Akui Palestina

Ilustrasi
Ilustrasi seseorang mengibarkan bendera Palestina (Foto: Dok. News.un.org)

Jakarta, IDM – Tim ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua negara mengakui kedudukan negara Palestina sebagai upaya diplomatik demi menciptakan perdamaian jangka panjang antara pihak terkait.

Seruan itu disampaikan kurang dari seminggu setelah Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina, sehingga memicu kecaman Israel, yang tengah memperluas serangan di Rafah, bagian selatan Gaza.

Dilansir dari Ohchr.org, Selasa (4/6), tim ahli itu terdiri dari para pakar dan reporter khusus PBB di berbagai bidang. Mereka menjelaskan, dengan mengakui negara Palestina berarti juga mendukung hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Baca Juga: Tanggapi Provokasi Balon Pembawa Sampah Korut, Korsel Berencana Tangguhkan Perjanjian Militer

“Ini merupakan pengakuan penting atas hak-hak rakyat Palestina dan perjuangan serta penderitaan mereka menuju kebebasan dan kemerdekaan,” katanya.

Mereka bersikeras bahwa Palestina harus dapat menjalankan hak untuk menentukan nasib sendiri, termasuk berkembang secara bebas sebagai bangsa yang aman dan selamat.

“Ini adalah prasyarat bagi perdamaian abadi di Palestina dan seluruh Timur Tengah. Dimulai dengan deklarasi segera gencatan senjata di Gaza dan tidak ada lagi serangan militer ke Rafah,” ujarnya.

Baca Juga: Cina Sebut MI6 Rekrut Warganya Sebagai Mata-mata

Tim ahli yang terdiri dari 26 orang itu pun merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB Nomor ES-10/23 yang disetujui oleh 143 negara anggota PBB pada 10 Mei lalu. Resolusi itu dianggap mencerminkan dukungan luas komunitas internasional bagi keanggotaan Palestina.

“Meskipun prospek perdamaian abadi dan berakhirnya pendudukan masih sulit dicapai sejak Perjanjian Oslo lebih dari 30 tahun yang lalu, solusi politik tidak boleh diabaikan,” imbuhnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.