INTERNASIONAL

Usai AS Intervensi Militer ke Venezuela, Greenland Tegaskan Hal Ini

Greenland
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen (Foto: Dok. Instagram/Jens-Frederik Nielsen)

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen kembali menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak dapat mengambil alih Greenland.

Hal itu ia ungkapkan menanggapi pernyataan Trump bahwa AS butuh Greenland untuk keamanan nasional, setelah operasi militer ke Venezuela dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca Juga: PBB Peringatkan Operasi Militer AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

"Kami telah menjadi sahabat dekat dan setia AS selama beberapa generasi. Kami telah berdiri bahu-membahu di masa-masa sulit. Kami telah bertanggung jawab atas keamanan di Atlantik Utara dan, yang terpenting, di Amerika Utara," imbuh Nielsen, melansir platform Instagram miliknya, Selasa (6/1).

"Oleh karena itu, retorika yang langsung dan berulang-ulang dari AS sama sekali tidak dapat diterima. Ketika Presiden AS berbicara tentang 'membutuhkan Greenland' serta mengaitkannya dengan Venezuela dan intervensi militer, itu bukan hanya salah. Itu tidak menghormati kami," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menekankan AS untuk berhenti melontarkan ancaman dan ambisi aneksasi Greenland. Ia mengaku terbuka untuk dialog formal bersama AS terkait masalah tersebut.

Baca Juga: Trump Tekankan Tidak Berperang Melawan Venezuela

"Ancaman, tekanan, dan pembicaraan tentang aneksasi tidak pantas dilakukan antara teman. Bukan seperti itu cara berbicara kepada suatu bangsa yang, berulang kali, telah menunjukkan tanggung jawab, stabilitas, dan loyalitas," imbuhnya.

"Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi dialog dan diskusi tersebut harus dilakukan melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional. Greenland adalah rumah dan wilayah kami. Dan akan tetap demikian," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.