Pada awal tahun 2026, Amerika Serikat melancarkan Operasi Absolute Resolve untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba internasional dan terorisme narkoba. Operasi ini dilakukan secara langsung di wilayah negara berdaulat tanpa mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa dan tanpa persetujuan pemerintah Venezuela. Penangkapan kepala negara yang sedang berkuasa melalui operasi militer lintas negara merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan segera memicu perdebatan global mengenai batas kedaulatan, legitimasi hukum internasional, serta arah baru praktik penggunaan kekuatan dalam hubungan antarnegara.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi beruntun yang melanda Venezuela bertambah menjadi 5.208 orang. Sementara, sekitar 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
PBB sedang menyiapkan 10.000 kantong jenazah untuk Venezuela, dan memperingatkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa kemungkinan lebih tinggi dari angka yang dilaporkan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan agar negara-negara Amerika Latin untuk bersatu, di tengah Perubahan geopolitik usai Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi militer di Venezuela.
Anggota Komisi I DPR RI Rudianto Tjen, menyatakan pemerintah Indonesia cukup cepat dan responsif dalam menanggapi kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara konflik seperti Venezuela dan Gaza.
Pengamat geopolitik dan akademisi, Rasminto, menilai dinamika krisis geopolitik global yang ditandai dengan penangkapan Presiden Venezuela harus disikapi Indonesia dengan kesiapsiagaan pertahanan nasional yang holistik, mengingat perubahan tata dunia yang semakin tidak menentu dan sarat politik kekuatan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) yang agresif dan ofensif, seperti yang dilakukan ke Venezuela, akan membuatnya terisolasi dari dunia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela menjadi perhatian utama DPR menyusul perkembangan situasi politik dan keamanan yang bergerak cepat serta penuh ketidakpastian di negara tersebut.