INTERNASIONAL

Usai AS Intervensi Militer ke Venezuela, Kolombia Ajak Negara Amerika Latin Bersatu

Presiden Kolombia Gustavo Petro
Presiden Kolombia Gustavo Petro di PBB pada September tahun lalu. (Foto: Dok. Un.org)

Jakarta, IDM – Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan agar negara-negara Amerika Latin untuk bersatu, di tengah Perubahan geopolitik usai Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi militer di Venezuela.

Melansir AA, Kamis (29/1), hal itu Petro sampaikan dalam Forum Ekonomi Internasional Amerika Latin dan Karibia di Panama. Tanpa menyebut negara AS, Petro merujuk pada serangan AS awal bulan ini terhadap Venezuela dan mengatakan “Kami tidak ingin Caracas atau negara mana pun di Amerika menjadi sasaran rudal, baik dari utara maupun selatan."

Baca Juga: Perkuat Kepercayaan Publik, Satgas INDORDB MONUSCO Gelar Kegiatan Sosial

“Rakyat kita telah membentuk sejarah sedemikian rupa sehingga kita harus mulai melihat diri kita sebagai peradaban Amerika Latin dan Karibia, beragam, sangat berbeda, namun saling terhubung," jelasnya.

Menyoroti tantangan internasional, Petro berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk menghadapi ancaman global seperti perdagangan narkoba, krisis iklim, dan konflik yang meningkat adalah melalui integrasi regional. Menurutnya, kekuatan sejati tidak berasal dari rudal maupun uang.

Baca Juga: Menlu RI Soroti Situasi Myanmar sebagai Tantangan bagi Kredibilitas ASEAN

“Kekayaan sejati terletak pada kehidupan, alam, keragaman budaya, dan upaya untuk menawarkan alternatif damai kepada dunia alih-alih perang. Akankah kita setuju untuk terpecah belah dan terisolasi, atau akankah kita membangun persatuan yang sejati?,” tuturnya.

Adapun, pertemuan itu turut dihadiri oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Panama José Raúl Mulin, Presiden Bolivia Rodrigo Paz Pereira, Presiden Ekuador Daniel Noboa, Presiden Guatemala Bernardo Arévalo dan Presiden terpilih Presiden Republik Chili Jose Antonio Kast. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.