INTERNASIONAL

Turki Sebut Pasukan Stabilisasi Gaza Harus Jamin Gencatan Senjata

Palestina
Situasi akibat konflik di Gaza. (Foto: Dok. Un.org)

Jakarta, IDM – Kementrian Pertahanan Turki menekankan bahwa rencana pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) harus menjamin gencatan senjata berlangsung permanen.

Turki, anggota NATO sejak 1952, telah menjadi salah satu negara yang vokal mengecam serangan Israel di Gaza danmenyebutnya sebagai genosida. Turki juga berperan sebagai mediator dalam upaya gencatan senjata bersama Amerika Serikat (AS), Qatar dan Mesir.

Baca Juga: 300 WNI Kelompok Rentan Berhasil Kembali dari Detensi Imigrasi Malaysia

"Prioritas kami terkait ISF yang akan dibentuk di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga sipil di kawasan dan untuk menetapkan jaminan internasional guna memastikan penegakan gencatan senjata permanen," tulis Kemhan Turki melansir laman resminya Msb.gov.tr, Jumat (14/11).

Meskipun menyuarakan keinginan untuk turut mengerahkan pasukannya sebagai ISF, muncul penolakan langsung dari Israel. Pada akhir bulan lalu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan bahwa negara kontributor ISF harus bersikap adil terhadap Tel Aviv. Turki, kata Saar, menjalankan "pendekatan yang bermusuhan terhadap Israel."

Baca Juga: Upaya Damai Thailand–Kamboja Kembali Gagal, Kontak Senjata Pecah di Perbatasan

Lebih lanjut, Kemhan Turki juga menyatakan agar Pusat Koordinasi Sipil-Militer (Civil-Military Coordination Center/CMCC) yang dipimpin AS harus mampu menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza sesuai dengan hukum internasional dan tanpa hambatan.

"Kami menegaskan kembali bahwa komunitas internasional harus bertindak dengan rasa tanggung jawab bersama dan bahwa kami siap mendukung setiap upaya konstruktif yang akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.