Di tengah pusaran konflik global yang kian kompleks dan saling terhubung, terutama tragedi berkepanjangan di Gaza, Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, memandang pembentukan Board of Peace (BoP) sebagai kebutuhan mendesak dalam arsitekturdiplomasi dunia hari ini. Baginya, BoP harus menjadi ruang diplomasi preventif yang autentik. Bukan sekadar forum simbolik, melainkan penjaga perdamaian yang memastikan tidak ada agresi lanjutan dan tidak ada upaya aneksasi terselubung. Berikut wawancara eksklusif Indonesia Defense Magazine bersama Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh.
Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap politik luar negeri bebas aktif dan pentingnya kerja sama internasional yang inklusif dalam menjaga stabilitas dunia.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berjalan bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/3). Marles tiba di kantor Kemhan sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh Sjafrie yang telah menunggu di lobi gedung utama.
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) berharap keterlibatan Indonesia dan pasukan stabilisasi internasional (ISF) bisa mendorong kemerdekaan Palestina.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia melalui partisipasi dalam misi International Stabilization Force (ISF).
Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza dinilai sebagai kepercayaan besar dunia terhadap profesionalisme TNI.
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menilai kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) penting untuk peran TNI dalam pasukan stabilisasi internasional (ISF).
Kementerian Pertahanan RI memastikan komunikasi dengan seluruh pihak terkait terus terjalin di tengah persiapan TNI menjadi bagian dari pasukan stabilisasi internasional (ISF) di Jalur Gaza, Palestina.