Trump Ogah Negosiasi, Ingin Militer dan Pemimpin Iran Habis Tak Bersisa!

Jakarta, IDM – Pesiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menutup pintu damai rapat-rapat bagi Iran. Di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menegaskan tidak punya niat sedikit pun untuk bernegosiasi dengan Teheran dan ingin menghabisi militer serta pemimpin negara itu sampai akar-akarnya.
Trump menyebut kampanye serangan udara AS bisa membuat jalur diplomasi menjadi tidak relevan (moot point). Ia memprediksi perang hanya akan berakhir jika Iran tidak lagi memiliki militer yang berfungsi atau pemimpin yang berkuasa.
"Pada satu titik, saya rasa tidak akan ada lagi orang yang tersisa untuk sekadar mengucapkan 'Kami menyerah'," ujar Trump, sebagaimana mengutip Reuters, Minggu (8/3).
Baca Juga: Ngeri! AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah untuk Gempur Iran
Rencana Serbu Stok Nuklir
Konflik yang memasuki pekan kedua ini semakin mengerikan. Media Axios melaporkan, AS dan Israel tengah mendiskusikan misi rahasia yang sangat berisiko. Mereka berencana menerjunkan pasukan khusus (special forces) ke dalam wilayah Iran untuk mengamankan stok uranium, bahan baku utama pembuat bom nuklir milik Teheran. Meski begitu, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait rencana operasi darat tersebut.
Kuwait Membara, Presiden Iran Minta Maaf
Di saat yang sama, api besar melalap gedung perkantoran pemerintah di Kuwait setelah terkena serangan drone (pesawat tanpa awak). Israel pun terus menghujani berbagai wilayah Iran dengan serangan udara baru pada Minggu pagi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian justru memicu kegaduhan politik di dalam negerinya sendiri. Ia secara mengejutkan meminta maaf kepada negara-negara tetangga Arab atas serangan balik Iran yang mengenai fasilitas AS di wilayah mereka. Pezeshkian berusaha mendinginkan suasana di kawasan Teluk, namun langkah ini justru mengundang amukan kelompok garis keras (hardliners) di Teheran yang menganggapnya terlalu lemah.
Baca Juga: Iran Putuskan untuk Berhenti Serang Negara Tetangga
Eskalasi Regional dan Ancaman Saudi
Situasi kian mencekam setelah Arab Saudi memperingatkan Teheran. Riyadh mengancam akan membalas dengan kekuatan militer jika Iran terus menyerang sektor energi mereka. Selain Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab juga melaporkan serangan drone Iran dengan tingkat kerusakan yang beragam. Bahkan, sebuah ledakan misterius menghantam kedutaan besar AS di Oslo, Norwegia, pada Minggu dini hari.
Kontroversi Serangan Sekolah Putri
Perang ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Duta Besar Iran untuk PBB menyatakan serangan AS-Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran.
Salah satu insiden paling memilukan adalah serangan terhadap sebuah sekolah putri di Iran yang menewaskan puluhan siswi. Trump berkilah, Iran sendirilah yang bertanggung jawab atas tragedi itu karena senjata mereka tidak akurat. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan, pihak militer masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan siapa pelakunya.
Di sisi lain, setidaknya enam anggota militer AS tewas dalam konflik ini. Jenazah mereka tiba di pangkalan Angkatan Udara di Delaware pada Sabtu lalu.
Baca Juga: AS Klaim Serangan Balasan Iran Berkurang hingga 90%
Hizbullah dan Krisis Minyak Dunia
Tak hanya di Iran, Israel juga memperingatkan Lebanon untuk segera menertibkan milisi Hizbullah yang didukung Iran. Israel mengancam Lebanon akan membayar "harga yang sangat mahal" jika serangan lintas batas terus terjadi. Sejauh ini, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan sekitar 300 orang.
Dampak ekonomi dari perang ini benar-benar mencekik dunia. Harga minyak dunia melonjak tajam setelah konflik ini secara praktis menutup Selat Hormuz, jalur nadi pengiriman minyak paling vital di dunia. Negara-negara seperti Kuwait, Irak, dan Qatar mulai memangkas produksi minyak dan gas mereka, yang mengancam stabilitas logistik dan bisnis global secara menyeluruh. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































