Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa serangan balasan ke Iran akan terus berlanjut. Ia memperingatkan, AS akan menyerang pembangkit listrik hingga jembatan jika Teheran tidak segera kembali ke meja perundingan.
Koalisi besar yang terdiri atas 22 negara secara mengejutkan kompak bersatu melawan Teheran. Kelompok yang dimotori oleh Amerika Serikat (AS) bersama jajaran negara Eropa tersebut melayangkan peringatan keras kepada pemerintah Iran. Berdasarkan laporan bersama yang rilis pada Kamis (11/6), mereka mendesak Iran untuk segera menghentikan segala bentuk aksi teror di atas tanah kedaulatan mereka.
Delegasi Pakistan berkunjung ke Teheran untuk mendorong dimulainya babak baru perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini dilakukan seminggu sebelum gencatan senjata bersyarat antara keduanya berakhir.
Korea Utara (Korut) mendukung pilihan Iran atas pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei. Ia ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas selama serangan AS-Israel di Teheran.
Pesiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menutup pintu damai rapat-rapat bagi Iran. Di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menegaskan tidak punya niat sedikit pun untuk bernegosiasi dengan Teheran dan ingin menghabisi militer serta pemimpin negara itu sampai akar-akarnya.
Komandan Garda Revolusi Iran Hossein Salami memperingatkan Israel agar tidak melancarkan serangan ke Teheran. Ia menegaskan, Iran dapat menembus sistem pertahanan udara Israel dan memberikan balasan yang setimpal.