INTERNASIONAL

Kompak! 22 Negara Termasuk AS Peringatkan Iran Stop Teror

bendera Iran
22 negara dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia-Pasifik secara bersama-sama menuntut Iran menghentikan serangkaian operasi teror yang ditujukan terhadap warga sipil, fasilitas publik, dan komunitas minoritas di wilayah mereka. (Foto: Dok. istockphoto)

Jakarta, IDM – Koalisi besar yang terdiri atas 22 negara secara mengejutkan kompak bersatu melawan Teheran. Kelompok yang dimotori oleh Amerika Serikat (AS) bersama jajaran negara Eropa tersebut melayangkan peringatan keras kepada pemerintah Iran. Berdasarkan laporan bersama yang rilis pada Kamis (11/6), mereka mendesak Iran untuk segera menghentikan segala bentuk aksi teror di atas tanah kedaulatan mereka.

Melansir kantor berita AFP, koalisi internasional ini mengutuk keras keterlibatan dinas keamanan Iran. Otoritas Teheran dituduh memanfaatkan jaringan geng kriminal lokal maupun internasional untuk melancarkan berbagai operasi gelap di Eropa, Amerika Utara, hingga Australia. Mereka mengecam keras tindakan tersebut karena dinilai mengancam keselamatan warga sipil di wilayah-wilayah tersebut.

Aliansi 22 negara ini pun mengeluarkan pernyataan sikap bersama yang sangat tegas. Mereka mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan fisik yang dilakukan oleh kaki tangan Teheran di luar negeri.

Baca Juga: Mengamuk! Iran Serang Pangkalan AS di 3 Negara, Klaim Hancurkan Hanggar F-35

"Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang orang-orang di tanah kami jelas merusak kedaulatan nasional dan norma internasional. Tindakan-tindakan ini harus segera dihentikan," tulis pernyataan bersama koalisi 22 negara tersebut.

Mengutip isi kesepakatan tertulis itu, badan intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran serta sayap operasi luar negerinya, Pasukan Quds, disebut berada di balik konspirasi mematikan ini. Operasi senyap tersebut menyasar kelompok penentang pemerintah Iran, kalangan wartawan, serta komunitas Yahudi dan Israel. Tuduhan ini diperkuat oleh pengakuan kelompok bernama Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI) yang terafiliasi dengan jaringan Iran.

Nama faksi milisi HAYI tersebut memiliki arti Gerakan Islam Orang-Orang Kanan. Mereka mengaku menjadi dalang utama aksi penusukan dua pria Yahudi serta rentetan insiden pembakaran sinagoge atau rumah ibadah umat Yahudi di London Utara. Selain menyasar Inggris, kelompok militan ini juga mengklaim telah melancarkan serangan serupa di Belgia dan Belanda.

Baca Juga: Taiwan Kerahkan Roket Thunderbolt dan Meriam AS, Bikin ‘Kill Zone’ di Pesisir Pantai

Ketegangan diplomatik akibat operasi intelijen asing ini sebenarnya telah memicu tindakan tegas dari Canberra sejak tahun lalu. Pemerintah Australia sudah mengusir duta besar Iran pada Agustus 2025 karena menuduh Teheran mendalangi serangan anti-Semit berupa pembakaran rumah ibadah di Melbourne dan kafe khusus Yahudi di Sydney. Langkah keras itu berlanjut dengan penarikan pulang dubes Australia dari Teheran serta pembekuan seluruh aktivitas operasional kedutaan mereka.

Pada November tahun lalu, Australia resmi menetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi sponsor terorisme. Otoritas keamanan menganggap aksi serangan terselubung tersebut sebagai bentuk agresi berbahaya dari negara asing di atas tanah kedaulatan Australia. Kementerian Luar Negeri Iran sempat merespons dan menyebut keputusan itu sebagai tindakan menghina yang tidak adil.

Kini, desakan global agar Iran menghentikan operasi gelapnya semakin meluas dan menguat. Sebanyak 22 negara yang menandatangani petisi bersama ini antara lain Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, hingga Amerika Serikat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.