Mengamuk! Iran Serang Pangkalan AS di 3 Negara, Klaim Hancurkan Hanggar F-35

Jakarta, IDM – Kawasan Timur Tengah kembali membara hebat. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengamuk dan meluncurkan serangan rudal serta drone massal secara simultan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di tiga negara sekaligus, yakni Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Melansir laporan Al Jazeera, Rabu (10/6), aksi ofensif skala besar ini merupakan bentuk aksi balas dendam Teheran. Langkah tersebut diambil setelah militer pimpinan Washington nekat menggempur sejumlah pelabuhan dan pulau milik Iran di Selat Hormuz akibat insiden jatuhnya helikopter Apache beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Helikopter Apache AS Jatuh di Selat Hormuz, Trump Buka Suara Soal Kondisi Pilot
Garda Revolusi Iran menyatakan, operasi udara tersebut berhasil mengenai 21 target vital milik AS dan menghancurkan empat di antaranya. Salah satu target paling mematikan yang berhasil mereka hantam adalah fasilitas hanggar jet tempur siluman F-35 di pangkalan militer Azraq, Yordania.
"Pasukan kami juga berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) intai jenis MQ-9 Reaper milik AS di langit kota Jam," tulis pernyataan resmi militer Iran yang disiarkan oleh media pemerintah mereka.
Gempuran mendadak ini langsung memicu kepanikan luar biasa di wilayah sekutu AS. Raungan sirene tanda bahaya serangan udara langsung berbunyi nyaring di seantero Bahrain dan Kuwait untuk memperingatkan potensi jatuhnya serpihan rudal.
Sementara itu, otoritas militer Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka bergerak cepat menghalau bahaya. Petugas di lapangan berhasil mencegat dan merontokkan lima rudal yang meluncur dari arah Iran menuju wilayah Azraq.
Baca Juga: Pertama Sejak 2019, Xi Jinping ke Korut Temui Kim Jong Un
Mengutip analisis dari Trita Parsi selaku Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft di AS, respons kilat Teheran ini menandai adanya doktrin pertahanan baru. Parsi mengatakan, elite militer Iran merasa wajib memberikan balasan yang setimpal, sangat keras, dan cepat terhadap setiap agresi AS guna mencegah Washington bertindak semena-mena di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di koridor konflik masih berada dalam ketegangan tingkat tinggi. Pihak Pentagon maupun Pemerintah AS sendiri dilaporkan masih bungkam dan belum memberikan komentar atau tanggapan resmi apa pun terkait klaim kehancuran aset tempur mereka.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































