Iran Peringatkan Konsekuensi Jika Israel Lakukan Serangan Balasan

Jakarta, IDM – Komandan Garda Revolusi Iran Hossein Salami memperingatkan Israel agar tidak melancarkan serangan ke Teheran. Ia menegaskan, Iran dapat menembus sistem pertahanan udara Israel dan memberikan balasan yang setimpal.
Baca Juga: Hizbullah Tegaskan Gencatan Senjata akan Akhiri Konflik dengan Israel
"Kami katakan kepada Anda (Israel) bahwa jika Anda melakukan agresi terhadap titik mana pun, kami akan menyerang titik yang sama dengan Anda," kata Salami melansir Reuters, Kamis (17/10).
Sebelumnya, Iran meluncurkan serangan udara ke Tel Aviv di tengah meningkatnya konflik Israel dengan Hizbollah di Lebanon. Iran mengklaim serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Israel ke kantor konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada awal April lalu, yang menewaskan Serangan itu menewaskan dua jenderal Garda Revolusi Iran.
Baca Juga: Australia akan Kirim 49 Tank M1A1 Abrams ke Ukraina
Sementara, Israel terus melakukan serangan ke Lebanon dan Gaza meskipun mendapat kecaman masyarakat internasional untuk menahan diri dan menyepakati gencatan senjata. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































