Trump Klaim Berhasil Redakan Konflik Thailand-Kamboja

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah berhasil meredakan permusuhan antara Kamboja dan Thailand, dengan mempertahankan gencatan senjata yang tampaknya mulai retak.
"Saya menghentikan perang di Thailand, di Kamboja. Perang itu akan sangat merugikan nyawa, bahkan merugikan bagi kami," ujarnya melansir AA, Sabtu (15/11).
Baca Juga: Prabowo dan Raja Abdullah II Tinjau Aksi Drone TNI–AB Yordania di Jakarta
Ia menuturkan telah mengancam akan menerapkan tarif, seperti yang ia lakukan pada beberapa negara di dunia. Menurutnya kebijakan itu memberi AS pengaruh besar dalam perdagangan dan diplomatik.
Sebelumnya pada Rabu (12/11), bentrokan terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja dan menewaskan seorang warga sipil dan tiga lainnya terluka. Pemerintah Kamboja mengevakuasi ratusan penduduk dari desa Prey Chan setelah insiden tersebut.
Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda-367 Latihan Winchex dengan Angkatan Udara Lebanon
Sementara, Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand membantah Thailand telah terlibat dalam "penembakan tak beralasan" dan menuduh Angkatan Bersenjata Kamboja lebih dulu "menembakkan senjata ke wilayah Thailand." (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































