
AS Beri US$45 Juta untuk Dukung Perdamaian Thailand-Kamboja
Amerika Serikat (AS) menggelontorkan bantuan senilai US$45 juta dalam upaya memperkuat stabilisasi antara Thailand dan Kamboja.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) menggelontorkan bantuan senilai US$45 juta dalam upaya memperkuat stabilisasi antara Thailand dan Kamboja.

Thailand membebaskan 18 tentara Kamboja yang telah ditahan sejak Juli, seiring dengan berlanjutnya gencatan senjata antara kedua negara pada Rabu (31/12).

Thailand dan Kamboja menggelar perundingan antarmiliter untuk pertama kalinya di tengah bentrokan yang terus berlangsung di beberapa titik sepanjang perbatasan.

Lebih dari 500.000 orang di Thailand dan Kamboja terpaksa mengungsi ke tempat aman sejak konflik antara keduanya kembali pecah pada beberapa waktu lalu. Jumlah ini melebihi total warga yang dievakuasi saat konflik serupa awal Juli lalu.

Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Kamboja tidak berhasil setelah bentrokan kembali terjadi dan menewaskan beberapa orang.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah berhasil meredakan permusuhan antara Kamboja dan Thailand, dengan mempertahankan gencatan senjata yang tampaknya mulai retak.

Kamboja dan Thailand saling tuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Hal ini menunjukkan rapuhnya perjanjian yang disepakati pada dua hari lalu.

Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan konflik di perbatasan Thailand dan Kamboja akan dibahas dalam forum Join Border Committee antara kedua negara.

Pemimpin Thailand dan Kamboja sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat setelah perundingan damai yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin (28/7).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk "segera bertemu" guna mencapai gencatan senjata.