Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Jakarta, IDM – Pemimpin Thailand dan Kamboja sepakat untuk gencatan senjata tanpa syarat setelah perundingan damai yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin (28/7).
Baca Juga: Perkuat Biosekuriti, Indonesia-AS Gelar Latihan Deteksi Penyakit
"Baik Kamboja maupun Thailand mencapai kesepahaman bersama sebagai berikut: Pertama, gencatan senjata segera dan tanpa syarat yang berlaku mulai 24 jam waktu setempat, tengah malam tanggal 28 Juli 2025, malam ini," ujar Anwar setelah perundingan damai di Malaysia, melansir Bernama, Senin (28/7).
Anwar, selaku ketua ASEAN mengatakan bahwa Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pun telah mencapai kesepahaman bersama untuk mengambil langkah-langkah guna memperbaiki keadaan.
Baca Juga: Delegasi Thailand dan Kamboja akan Bertemu di Malaysia untuk Perundingan Damai
Sebelumnya, Hun Manet mengungkapkan bahwa kedua pihak akan berunding di Malaysia, yang juga turut dipartisipasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Cina. Adapun, konflik sejak Kamis (24/7) telah menewaskan lebih dari 30 orang dan sekitar 200.000 lainnya yang tinggal di sepanjang perbatasan terpaksa dievakuasi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































