Thailand Pulangkan 18 Tentara Kamboja

Jakarta, IDM – Thailand membebaskan 18 tentara Kamboja yang telah ditahan sejak Juli, seiring dengan berlanjutnya gencatan senjata antara kedua negara pada Rabu (31/12).
Langkah ini dilakukan setelah kedua negara mendeklarasikan dimulainya kembali gencatan senjata setelah memanasnya konflik di sepanjang perbatasan selama hampir tiga minggu, yang menewaskan sekitar 99 orang termasuk warga sipil.
Baca Juga: Zelensky Optimis Rencana Perdamaian Siap Ditandatangani Januari 2026
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Thailand menyatakan bahwa repatriasi itu dilakukan pada pukul 10.00 pagi waktu setempat, sebagai demonstrasi niat baik dan membangunan kepercayaan. Penyerahan para prajurit dikoordinasikan oleh Komite Internasional Palang Merah, yang memuji kedua belah pihak karena telah mencapai gencatan senjata.
"Thailand memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan ke Kamboja, sesuai dengan paragraf 11 Pernyataan Bersama antara Thailand dan Kamboja yang ditandatangani pada Pertemuan Umum Khusus Komite Perbatasan ke-3 pada 27 Desember 2025, yang menyatakan bahwa 18 tentara Kamboja akan dikembalikan ke Kamboja setelah gencatan senjata sepenuhnya dipertahankan selama 72 jam," tulis Kemlu Thailand melansir laman resminya Mfa.go.th, Rabu (31/12).
Baca Juga: PBB Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland
"Thailand berharap Kamboja akan membalas niat baik ini melalui tindakan nyata untuk mempromosikan perdamaian berkelanjutan antara kedua negara," sambungnya.
Sementara, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata, mengonfirmasi repatriasi tersebut. Ia menuturkan, hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdamaian, stabilitas, dan normalisasi penuh hubungan untuk kepentingan kedua negara. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































