AS Beri US$45 Juta untuk Dukung Perdamaian Thailand-Kamboja

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) menggelontorkan bantuan senilai US$45 juta dalam upaya memperkuat stabilisasi antara Thailand dan Kamboja.
Melansir laman Kementrian Luar Negeri (Kemlu) AS State.gov, Minggu (11/1), Michael DeSombre, pejabat tinggi Kemlu AS untuk Asia Timur, menyatakan bahwa dana itu akan dibagi menjadi tiga paket bantuan. Sekitar US$20 juta akan dikerahkan untuk membantu kedua negara memerangi perdagangan narkoba dan penipuan siber, yang telah menjadi masalah utama di Kamboja.
Baca Juga: Satgas Indo RDB MONUSCO Beri Pelayanan Medis Gratis pada Warga Lokal
"Kami akan menyediakan US$15 juta untuk stabilisasi perbatasan, membantu masyarakat pulih, dan mendukung para pengungsi. US$ 10 juta untuk operasi pembersihan ranjau dan bahan peledak yang belum meledak," ujarnya.
"AS akan terus mendukung pemerintah Kamboja dan Thailand dalam mengimplementasikan Kesepakatan Perdamaian Kuala Lumpur dan membuka jalan bagi kembalinya perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas bagi rakyat mereka dan kawasan tersebut," sambungnya.
Baca Juga: Luncurkan Serangan Terbaru, Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata
Ia merujuk pada perjanjian yang ditandatangani kedua negara pada Oktober tahun lalu. Penandatangan itu disakskan langsung oleh Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku Ketua ASEAN.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemulihan perdamaian di perbatasan Thailand-Kamboja membuka peluang baru bagi AS untuk memperdalam kerja sama dengan kedua negara. Tujuannya untuk mempromosikan stabilitas regional, Indo-Pasifik yang lebih aman, kuat, dan makmur. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































