INTERNASIONAL

Thailand-Kamboja Saling Tuduh Melanggar Gencatan Senjata

Hun Manet, Anwar Ibrahim dan Phumtham Wechayachai.
Dari kiri, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai di Malaysia 28 Juli. (Foto: Dok. X/Hun Manet)

Jakarta, IDM – Kamboja dan Thailand saling tuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Hal ini menunjukkan rapuhnya perjanjian yang disepakati pada dua hari lalu.

Pada Senin (28/7), kedua belah pihak berunding di Malaysia dan sepakat untuk gencatan senjata segera serta tanpa syarat guna menghentikan konflik yang menewaskan lebih dari 30 orang.

Baca Juga: Kwik Kian Gie Pernah Dapat Bintang Penghargaan untuk Keutuhan NKRI

Melansir dari Reuters, Rabu (30/7), situasi diklaim masih relatif terkendali walaupun permusuhan menggunakan senjata ringan terjadi dibeberapa titik. Pasukan Thailand dan Kamboja juga masih berkumpul di sepanjang perbatasan.

Di salah satu titik terjadinya konflik di perbatasan yakni pos pemeriksaan di Provinsi Preah Vihear, pejabat militer Kamboja mengatakan bahwa Thailand telah menangkap 20 tentara Kamboja secara ilegal.

"Salah satu tentara kami berhasil melarikan diri. Kami menduga dua lainnya mungkin tewas, tetapi sisanya masih ditahan oleh militer Thailand, tanpa tanda-tanda akan dibebaskan hingga sore ini," kata Mayor Jenderal Chan Sopheaktra.

Sementara, juru bicara pemerintah Thailand Jirayu Houngsub mengatakan bahwa pasukannya telah menahan 18 tentara Kamboja di Provinsi Sisaket. Mereka telah diberikan pakaian, makanan, air, dan perawatan medis.

Baca Juga: Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL Asah Kesiapsiagaan Potensi Ancaman

"Mereka diperkirakan akan dipulangkan ke Kamboja setelah gencatan senjata permanen tercapai," ujarnya, seraya menambahkan bahwa jenazah dua tentara Kamboja yang gugur telah dipulangkan kemarin.

Wakil Menteri Luar Negeri Thailand, Russ Jalichandra, mengaku pihaknya akan segera melakukan hal yang sama, ketika keadaan sudah dipastikan aman. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.