Konflik Thailand-Kamboja Berlanjut, Lebih dari 500 Ribu Orang Mengungsi

Jakarta, IDM – Lebih dari 500.000 orang di Thailand dan Kamboja terpaksa mengungsi ke tempat aman sejak konflik antara keduanya kembali pecah pada beberapa waktu lalu. Jumlah ini melebihi total warga yang dievakuasi saat konflik serupa awal Juli lalu.
"Warga sipil terpaksa mengungsi dalam jumlah besar karena apa yang kami nilai sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Lebih dari 400.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan yang aman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, melansir AFP, Kamis (11/12).
Baca Juga: Putin Pastikan Rusia Dukung Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
"Kami ingin mencegah terulangnya serangan terhadap warga sipil yang kami alami pada Juli 2025," sambungnya.
Sementara, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata menyatakan bahwa sekitar 101.229 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan yang aman maupun ke rumah kerabat mereka di lima provinsi.
Kedua negara tetangga ini berselisih mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer yang berasal dari era kolonial, di mana klaim yang saling bertentangan atas kuil-kuil bersejarah telah memicu konflik bersenjata.
Baca Juga: Hamas Tuntut Komitmen Israel atas Kesepakatan Gencatan Senjata
Bentrokan pada pekan ini adalah yang paling buruk sejak Juli lalu, yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar 300.000 orang mengungsi.
Mereka saling tuduh telah memicu kembali bentrokan, setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaki Ketua ASEAN, dan ditekan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































