INTERNASIONAL

Thailand Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Kamboja Gagal

Konflik Thailand-Kamboja
Thailand-Kamboja kembali berkonflik. (Foto: Dok. X/Khmer Post)

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Kamboja tidak berhasil setelah bentrokan kembali terjadi dan menewaskan beberapa orang.

Melansir BBC, Selasa (9/12), hal itu ia ungkapkan sekaligus menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata tersebut. Menurutnya, ruang untuk diplomasi semakin menyempit kecuali Kamboja mengubah tindakannya.

Baca Juga: Ke Islamabad, Presiden Prabowo Disambut Hangat Presiden dan PM Pakistan

"Dan jika mereka bersedia melakukannya, tentu saja kita bisa memikirkan cara terbaik untuk melangkah. Keputusan ada di tangan Kamboja, untuk berubah pikiran, bertanggung jawab, dan kemudian kita bisa melanjutkan dari sana," ujarnya.

Sebelumnya, kesepakatan damai antarnegara tetangga ini berhasil diraih usai dimediasi oleh Malaysia dan Amerika Serikat (AS) pada Oktober lalu. Presiden AS Donald Trump pun dikabarkan menelepon masing-masing negara dan menekan keduanya untuk menghormati kesepakatan yang diraih tersebut.

Jika Amerika Serikat (AS) ingin terus terlibat sebagai aktor perdamaian, kata Sihasak, Thailand ingin dibantu untuk mengupayakan "perdamaian sejati, bukan sekadar secarik kertas".

Baca Juga: Hari Relawan Sedunia, Satgas Indo RDB MONUSCO Hadir di Tengah Warga Lokal

Adapun, kedua belah pihak telah saling tuduh memulai konflik terbaru. Thailand mengatakan pasukannya bertindak sebagai balasan atas tembakan Kamboja di Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand, termasuk dengan melancarkan serangan udara di perbatasan yang disengketakan.

Sementara, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut pasukan Thailand yang memulai konflik dengan melakukan serangan di provinsi Preah Vihear, Kamboja. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.