Terus Tekan Iran, AS Perketat Sanksi Ekonomi

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan bahwa negaranya belum menghentikan serangan ke Iran, di tengah upaya menghancurkan ekonomi Teheran dengan sanksi terbaru.
Melansir Anadolu, Selasa (25/8), hal itu ia ungkapkan ketika ditanya apakah serangan militer ke Iran telah dihentikan sementara. “Tidak. Jika kita perlu menggunakan serangan militer, kita akan menggunakannya. Jika Iran cukup bodoh untuk bertindak gegabah atau mengganggu militer Amerika, kita akan melakukan apa yang perlu kita lakukan,” katanya.
Baca Juga: Indonesia dan Cina Tekankan Komitmen Menjaga Perdamaian di Kawasan
Ia menuturkan, taktik dalam menekan perekonomian Iran dinilai menjadi yang paling merugikan. Namun, AS "sama sekali tidak mengesampingkan serangan" di mana pun, termasuk Selat Hormuz atau sekitar Iran.
Ia juga mengklaim AS mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Menurutnya, blokade Angkatan Laut AS "sangat kuat" dan Iran tidak dapat mengekspor minyak melalui koridor tersebut.
Baca Juga: Iran Sita dan Denda Kapal yang Langgar Aturan di Selat Hormuz
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meluncurkan 'Operation Economic Outcast', guna mengisolasi Iran dari sistem keuangan global sesuai dengan perintah Presiden AS Donald Trump,
Bessent mengungkapkan, pihaknya telah mencantumkan lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal di seluruh dunia ke dalam blacklist, sebagai peringatan bagi pihak mana pun yang terus berbisnis dengan Teheran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































