PARLEMEN

TB Hasanuddin Kecam Intersepsi Flotilla Gaza, Desak Diplomasi Total Selamatkan WNI

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin kecam intersepsi Flotilla Gaza oleh militer Israel. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah agar bergerak cepat menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina.

Diketahui, kapal yang terdapat warga relawan WNI diintersep dan ditangkap oleh militer Israel di perairan internasional.

Mantan Pangdam III/Siliwangi itu mengecam keras tindakan intersepsi terhadap kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan serta jurnalis internasional.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar insiden keamanan biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan keselamatan warga sipil.

Baca Juga: TB Hasanuddin Dorong Dialog dalam Menyikapi Polemik Nobar Film di Ternate

“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan WNI, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (19/5).

Dalam misi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza tersebut, terdapat sembilan WNI yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional.

Lima di antaranya dilaporkan telah ditangkap, sementara empat lainnya masih berada dalam pelayaran.

TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera mengaktifkan jalur diplomasi bilateral maupun multilateral, termasuk memanfaatkan forum internasional untuk menekan Israel agar memberikan akses perlindungan terhadap para relawan.

Baca Juga: Komisi I DPR RI Dukung Pengiriman Prajurit TNI ke Lebanon

“Pemerintah harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI,” tegasnya.

Politikus senior itu menilai negara tidak boleh lamban merespons situasi yang menyangkut keselamatan warga negara di kawasan konflik.

Ia menuturkan perlindungan WNI merupakan amanat konstitusi yang wajib dijalankan negara dalam kondisi apa pun.

Baca Juga: Komisi I DPR dan Thailand Perkuat Diplomasi Strategis Kawasan di Tengah Gejolak Global

Diketahui, dua jurnalis dari Republika yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai turut berada dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut dan dilaporkan ikut ditangkap militer Israel.

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin mengatakan para relawan datang membawa bantuan kemanusiaan, bukan agenda militer.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujar Andi dalam pernyataan resminya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.