Tambah 6 Kodam Baru, Komisi I Minta TNI Semakin Responsif Persoalan Keamanan

Jakarta, IDM - Penambahan enam Komando Daerah Militer (Kodam) di berbagai wilayah Indonesia mendapat tanggapan dari banyak kalangan.
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menilai kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan responsivitas TNI terhadap persoalan keamanan dan sosial di setiap daerah.
“Penambahan Kodam tentu harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Saya berharap TNI semakin responsif terhadap berbagai persoalan di wilayah masing-masing, mulai dari keamanan, bencana, hingga dinamika sosial yang membutuhkan kehadiran negara,” terang Oleh Soleh, yang dikutip Rabu (13/8/2025).
Baca Juga: Kenaikan Pangkat Pimpinan Tiga Pasukan Khusus TNI, DPR Yakin akan Tingkatkan Performa
Oleh Soleh menegaskan pembentukan Kodam baru tidak hanya soal memperluas struktur organisasi, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar efektif.
Ia mengingatkan agar kebutuhan anggaran dihitung secara cermat, agar tidak membebani APBN namun tetap memenuhi standar operasional yang dibutuhkan.
“Kami di DPR mendukung langkah penguatan pertahanan, tapi harus disertai perencanaan anggaran yang matang, efisien, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada pemborosan, apalagi di tengah keterbatasan fiskal negara,” tambahnya.
Baca Juga: Rencana Evakuasi 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang, Anggota DPR: Perlu Ada Kejelasan Diplomatik
Penambahan enam Kodam ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan TNI untuk memperkuat pertahanan nasional, memperpendek rantai komando, serta mempercepat respons terhadap situasi di lapangan.
Oleh Soleh juga menyampaikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal proses pembentukan Kodam baru tersebut, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun implementasi di lapangan, demi memastikan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan enam Kodam baru dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8/2025).
Baca Juga: Prada Lucky Tewas Dianiaya, Ketua DPR RI: Jangan Sampai Terulang!
Keenam Kodam baru tersebut adalah Kodam XIX/Tuanku Tambusai - meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol - meliputi wilayah Sumatera Barat dan Jambi, dan Kodam XXI/Radin Inten - meliputi wilayah Lampung dan Bengkulu,
Kemudian Kodam XXII/Tambun Bungai - meliputi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Kodam XXIII/Palaka Wira - meliputi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, dan Kodam XXIV/Mandala Trikora - berpusat di Merauke, Papua Selatan.
"Kami berharap Kodam baru ini bisa memperkuat Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, dan juga mendukung percepatan pembangunan nasional demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat," tandas Oleh Soleh. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































