Tak Mau Kecolongan Lagi, TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis di Papua

Jakarta, IDM – Pemerintah mempercepat langkah penguatan keamanan di Papua menyusul meningkatnya dinamika gangguan terhadap aktivitas penerbangan perintis yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sekaligus menjamin pelayanan transportasi udara sebagai penopang pembangunan tidak terganggu.
Sebagai tindak lanjut arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat koordinasi membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Papua.
Baca Juga: Babak Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-India, RI Beli Rudal BrahMos dan Astra
Rakor yang berlangsung di Kantor Kemenko Polkam, dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat, dan Objek Vital Nasional Brigjen TNI M. Sujono serta dihadiri unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga, hingga operator penerbangan.
Brigjen TNI M. Sujono menegaskan penerbangan perintis bukan sekadar layanan transportasi, tetapi menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Papua karena menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan aktivitas penerbangan tetap berlangsung aman melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Rakor tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan koordinasi pengamanan objek vital sektor transportasi, peningkatan pemetaan wilayah rawan, hingga penyempurnaan sistem pengamanan terpadu.
Selain itu, pemerintah juga menilai perlunya memperkuat diplomasi internasional agar situasi Papua dipahami secara objektif serta meningkatkan komunikasi publik guna mencegah berkembangnya informasi yang tidak akurat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dampingi PM Modi ke DPR, Indonesia-India Perkuat Diplomasi Strategis
Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana kembali membeberkan arahan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bahwa pemerintah mengutuk keras setiap bentuk gangguan terhadap penerbangan sipil di Papua.
Honi mengatakan Menko Polkam meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pelaku serta mendorong penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mengamankan fasilitas maupun aktivitas penerbangan perintis.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Mabes TNI telah meningkatkan pengamanan dengan menempatkan personel di sejumlah bandara perintis di Papua.
Penempatan tersebut akan terus diperluas melalui koordinasi bersama Kementerian Perhubungan guna memastikan keamanan operasional penerbangan di berbagai wilayah strategis.
Di sisi lain, Polri juga terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus gangguan keamanan yang terjadi di Lapangan Terbang Balinggama.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Modi Hasilkan Komitmen Pengembangan Konektivitas Maritim Sabang-Andaman
Berdasarkan paparan Direktorat Intelijen Keamanan Mabes Polri, sejak 5 Juli 2026 tim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti yang kini masih dianalisis.
Penyidik juga telah mengidentifikasi sejumlah petunjuk yang diduga berkaitan dengan pelaku. Namun, proses penetapan tersangka masih menunggu terpenuhinya alat bukti yang cukup, termasuk hasil pemeriksaan para saksi.
Melalui langkah terpadu tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan Papua dan menjamin keberlangsungan penerbangan perintis sebagai objek vital nasional.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































