Sosok Komjen Fadil Imran yang Ditunjuk Jadi Asisten Utama Kapolri

Jakarta, IDM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Fadil Imran sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Petahana (Astamaops Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Fadil Imran menjadi Asisten Utama Kapolri menggantikan posisi Komjen Akhmad Wiyagus.
“Secara keseluruhan terdapat 61 personel yang dimutasi, dengan rincian 34 personel promosi/flat, 4 personel penugasan khusus (Gassus), dan 23 personel pensiun," ujar Kadiv Humas Irjen Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, yang dikutip Rabu (6/8).
Mutasi tersebut tertuang dalam dua surat, yakni Nomor Kep/1186/VIII/2025 dan Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025, yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025.
Adapun Komjen Fadil merupakan merupakan polisi asal Makassar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) periode 2024-2028.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan Kontingen HUT ke-80 RI, KSAU Tegaskan Komitmen untuk Agenda Bangsa
Sebelum ditunjuk jadi Astamaops, Fadil Imran berstatus sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri sejak 2023.
Fadil merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1991.
Ia pun melanjutkan hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Sespim Lemdiklat Polri pada 2015.
Awal karir Fadil Imran dipercaya menjadi Wakil Kasat Sabhara di Polres Metro Jakarta Barat.
Pada 1999, Fadil diangkat sebagai Kepala Polsek Metro Cengkareng. Tiga tahun berselang, Fadil menjadi Kepala Polsek Metro Tanah Abang.
Karier Fadil terus meroket setelah dipercaya mengemban jabatan Kasat III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2008.
Baca Juga: Kolonel Charles Alling, Perwira Kopassus Mantan Komandan Termuda TNI AD yang Pecah Bintang
Setahun berikutnya, Fadil diberi tugas untuk menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Waditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Kemudian, Fadil menjabat sebagai Kepala Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Umum (Kasubdit IV Dittipdium) Bareskrim Polri serta Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau pada 2011.
Fadil kembali ke Jakarta setelah ditunjuk menjadi Kepala Polres Metro Jakarta Barat pada 2013. Lalu, Fadil diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri setelah dua tahun menjabat jadi Kapolres Jakbar.
Fadil dipromosikan menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya sekaligus Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri pada 2016.
Fadil juga pernah mengisi kursi Direktur Tindak Pidana Siber dan Direktur Tindak Pidana Terorisme di Bareskrim Polri pada 2018.
Baca Juga: Mengenal Mayjen TNI Kosasih Mantan Sekretaris Militer Presiden Kini Jabat Pangdam Siliwangi
Fadil menjabat sebagai Staf Ahli Lintas Sektoral Bidang Sosial Budaya Kapolri pada 2019 dan ditetapkan menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim.
Setelah di Jatim, Fadil menjadi Kapolda Metro Jaya. Dan setelahnya berstatus sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri sejak 2023. Kini, Fadil dipercaya menjadi Asisten Utama Kapolri.
Fadil juga memiliki karir luar kepolisian. Dikenal sebagai pecinta olahraga bulu tangkis, Fadil masuk ke PBSI pada 2021, ketika dirinya masih menjabat Kapolda Metro Jaya.
Kemudian, Fadil ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI era Agung Firman Sampurna, menggantikan Kapolri Listyo Sigit Purnomo yang mengundurkan diri pada April 2021.
Kini, Fadil menjabat sebagai ketua umum PBSI periode 2024-2028 usai menerima dukungan dari 34 Pengprov (Pengurus Provinsi) PBSI. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































