INTERNASIONAL

Situasi Caracas Venezuela Memanas, KBRI Pantau Keselamatan WNI

Caraca
Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di Caracas, Venezuela, menyusul serangan AS. Warga memastikan terlihatnya helikopter CH-47 Chinook terbang di atas ibu kota tepat setelah ledakan terdengar. (Foto: Dok. X @BlueMist911)

Jakarta, IDM – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas, Venezuela, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di sana dalam kondisi aman menyusul ledakan dan pesawat melintas rendah yang menggegerkan ibu kota pada Sabtu (3/1) dini hari.

Melalui akun resmi @Kemlu_RI di X (platform media sosial sebelumnya dikenal sebagai Twitter), KBRI menyampaikan seluruh perwakilan Indonesia aktif memantau situasi, menjaga komunikasi dengan WNI, dan memastikan keselamatan mereka.

Baca Juga: Indonesia Bersama Tujuh Negara Tuntut Israel Beri Akses Tanpa Batas bagi Badan Kemanusiaan di Gaza

“Kami mengimbau WNI tetap tenang, waspada, dan berkomunikasi dengan KBRI,” tulis akun tersebut.

Ledakan terdengar sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan berlangsung kurang dari 30 menit. Beberapa wilayah kota mengalami pemadaman listrik, sementara aktivitas kendaraan dan warga tetap berjalan normal. Warga juga ramai melaporkan insiden ini melalui media sosial.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat (AS) menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian. Pentagon, yaitu gedung sekaligus lembaga Departemen Pertahanan AS, menyarankan agar konfirmasi soal tuduhan itu disampaikan ke Gedung Putih.

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS, yang mengatur keselamatan penerbangan sipil, melarang penerbangan komersial di wilayah udara Venezuela karena adanya aktivitas militer. Upaya menghubungi Komando Selatan AS atau US Southern Command (SOUTHCOM) yang mengawasi operasi militer di wilayah Amerika Latin, belum membuahkan respons.

Baca Juga: Kelompok HAM Kecam Kebijakan Netanyahu yang Larang Organisasi Kemanusian Beroperasi di Gaza

Kemlu RI menyerukan agar semua pihak mengedepankan penyelesaian damai, de-eskalasi, dan dialog, sambil tetap mengutamakan perlindungan warga sipil.

“Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)” tegas Kemlu RI. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.