
357 WNI Bermasalah Berhasil Dipulangkan dari Kamboja
Sebanyak 357 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermasalah berhasil dipulangkan dari Detensi Imigrasi Bati, Provinsi Takeo, Kamboja, dalam kurun waktu dua hari yakni pada 18-19 Oktober lalu.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Sebanyak 357 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermasalah berhasil dipulangkan dari Detensi Imigrasi Bati, Provinsi Takeo, Kamboja, dalam kurun waktu dua hari yakni pada 18-19 Oktober lalu.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengutuk serangan kelompok Houthi yang dilaporkan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Abu Dhabi terus memantau secara intensif perkembangan insiden meledaknya kapal Musaffah 2 di sekitar Selat Hormuz yang mengakibatkan sejumlah awak kapal menjadi korban, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

KBRI Phnom Penh berkerja sama dengan Direktorat Pelindungan WNI memfasilitasi ketibaan 36 Warga Negara Indonesia (WNI) karena praktik penipuan daring atau scam dari Kamboja.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh telah menangani 2.117 Warga Negara Indonesia (WNI) yang meminta fasilitasi kepulangan ke tanah air dalam kurun waktu sepekan, 16-23 Januari 2026.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas, Venezuela, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di sana dalam kondisi aman menyusul ledakan dan pesawat melintas rendah yang menggegerkan ibu kota pada Sabtu (3/1) dini hari.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI harus segera berkoordinasi dengan Pemerintah Peru usai wafatnya Zetro Leonardo Purba, diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, yang menjadi korban penembakan brutal pada Senin malam, waktu setempat (1/9).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono meminta kepolisian Peru agar melakukan penyelidikan hingga tuntas atas tewasnya staf KBRI, Zetro Leonardo Purba di Lima, Peru, karena penembakan oleh orang tak dikenal.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Canberra mengirimkan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi di Vanuatu dengan total 50,5 ton.

Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad yaitu Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel Inf Henru Hidayat Susanto dan konsuler KBRI Rika berhasil mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Masidah Agustina beserta anaknya, Assim Abbas (2 tahun), dari wilayah konflik sektarian di Kurram, Parachinar, Pakistan, Rabu (25/12).