HANKAM

Bantuan 50 Ton dari Pemerintah Indonesia untuk Korban Bencana Tiba di Vanuatu

Port Vila
Bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk korban bencana gempa bumi di Vanuatu tiba di Port Vila. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Canberra mengirimkan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi di Vanuatu dengan total 50,5 ton.

Bantuan yang dipimpin Duta Besar Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono ini menjadi bentuk solidaritas bangsa Indonesia kepada negara sahabat yang terdampak bencana.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (4/1) petang, Athan Indonesia di Canberra Laksma TNI Yusliandi Ginting memainkan peran penting dalam mendukung pengiriman bantuan ini dengan memastikan kelancaran pengoperasian tiga pesawat carter pemerintah RI yang tiba di Port Vila pada 28 Desember 2024.

Baca Juga: Insiden Penembakan di Tol Jakarta-Merak, TNI AU Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Anggotanya

Selain itu, kehadiran Atase Udara Kolonel Pnb Reza Muryaji turut memfasilitasi komunikasi teknis antara pemerintah RI, KBRI Canberra, dan otoritas penerbangan Vanuatu, memastikan setiap bantuan diterima tepat waktu dan dalam kondisi aman.

Duta Besar Indonesia menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap negara sahabat dan misi ini merupakan bukti nyata solidaritas pemerintah Indonesia dengan Vanuatu.

“Peran aktif berbagai pihak dan keberhasilan misi ini yang mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Vanuatu,” kata Siswo.

Baca Juga: Laksdya TNI Irvansyah Kenalkan Tugas Bakamla kepada Pelajar SMA Taruna Nusantara

Dengan semangat persahabatan dan kemanusiaan, Pemerintah RI berharap, kerja sama ini dapat terus mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Vanuatu di masa mendatang.

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang melanda Vanuatu pada 17 Desember 2024 telah mengakibatkan korban jiwa, menghancurkan infrastruktur, dan memaksa ribuan penduduk mengungsi.

Dalam situasi kritis ini, Indonesia menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan mengirimkan bantuan yang terdiri dari 50 set tenda pengungsi, 1.000 paket sembako, 2.500 pouch makanan siap saji, 6,8 Ton obat-obatan, matras, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.