Kemlu RI Fasilitasi Kepulangan 36 WNI yang Keluar dari Sindikat Scam Kamboja

Jakarta, IDM – KBRI Phnom Penh berkerja sama dengan Direktorat Pelindungan WNI memfasilitasi ketibaan 36 Warga Negara Indonesia (WNI) karena praktik penipuan daring atau scam dari Kamboja.
Para WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Jumat (30/1) pukul 20:10 WIB. Setibanya di tanah air, mereka langsung diserahkan kepada instansi terkait untuk proses penanganan dan pendampingan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Pemulangan ini merupakan gelombang pertama dari Kamboja pada tahun 2026.
Baca Juga: Cina dan Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Jangka Panjang
"Kami kembali menghimbau masyarakat untuk selalu mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku apabila akan bekerja di luar negeri, dan menaati seluruh peraturan keimigrasian negara setempat," tulis Kemlu RI melansir keterangan tertulis, Sabtu (31/1).
Kemlu RI bersama KBRI Phnom Penh akan terus memantau perkembangan situasi di Kamboja demi memastikan pemulangan seluruh WNI dapat berlangsung dengan aman, cepat, dan terkoordinasi.
Baca Juga: AS Beri Bantuan Rp 168 Miliar untuk Keamanan Siber Indonesia
Turut hadir pada proses ketibaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten yaitu perwakilan dari Kemenkopolkam, KP2MI, Bareskrim Polri dan otorita bandara.
Adapun, Kemlu RI melaporkan setidaknya terdapat 2.752 WNI telah datang ke KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan kepulangan ke Indonesia selama dua minggu terakhir, setelah mereka keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































