AS Beri Bantuan Rp 168 Miliar untuk Keamanan Siber Indonesia

Jakarta, IDM – Amerika Serikat memberikan bantuan senilai 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 168 miliar (per kurs terbaru) kepada Indonesia di bidang keamanan siber.
Bantuan itu diumumkan Kedutaan Besar AS setelah kedua belah pihak menggelar diskusi kebijakan ruang siber AS-Indonesia di Jakarta, Rabu (28/1).
“Amerika Serikat juga mengumumkan bantuan baru untuk Indonesia, yang kini berjumlah 10 juta dollar AS,” tulis siaran pers US Embassy Jakarta, dikutip Jumat (30/1).
Baca Juga: Memanas! Iran Siap Perang Lawan Amerika Serikat
Bantuan tersebut diwujudkan melalui komitmen nota kesepahaman (MoU) keamanan siber bilateral dan bukti keberhasilan kemitraan strategis komprehensif antara AS dan Indonesia, termasuk rencana aksi keamanan siber.
Wakil Asisten Menteri Luar Negeri (Asmenlu) AS Bidang Bantuan Keamanan Kawasan, dan Diplomasi Publik di Biro Asia Timur dan Pasifik Robert Koepcke yang memimpin delegasi AS, menekankan kepentingan strategis kerja sama AS-Indonesia di bidang kebijakan siber, menangani penipuan daring (online), dan melawan kejahatan siber.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond yang turut mendampingi Wakil Asmenlu juga menyoroti kerja sama siber bilateral yang kuat selama beberapa tahun dengan Indonesia.
“Penipuan daring, perangkat pemeras (ransomware), dan serangan siber berdampak pada kita semua dan menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang sudah bekerja keras. Bersama, kita bisa membangun benteng pertahanan melawan penjahat siber untuk melindungi warga negara dan kemakmuran ekonomi kita,” kata Haymond.
Dalam kerja sama tersebut, para ahli dari perusahaan keamanan siber AS akan melatih dan membekali pemerintah Indonesia dengan perangkat yang dibutuhkan untuk melawan serangan dan aktivitas siber lain yang datang dari musuh atau asing.
Baca Juga: Cina dan Inggris Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Jangka Panjang
AS juga akan melindungi infrastruktur siber penting Indonesia. AS bakal memitigasi ancaman-ancaman yang menghambat rantai pasokan perdagangan global, yang dapat merugikan warga negara dan bisnis AS.
AS dan Indonesia meningkatkan kerja sama penegakan hukum bilateral dan mencegah pelaku kejahatan terorganisasi lintas negara yang semakin sering melakukan penipuan kepada warga di kedua negara.
Poin kerja sama terakhir, AS dan Indonesia akan meningkatkan keamanan kawasan lewat siber. Kedua belah pihak akan bekerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam peningkatan kapabilitas siber kawasan serta memajukan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, aman, dan makmur. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































